Home TANGERANG HUB Sebulan, 6 Kali Banjir

Sebulan, 6 Kali Banjir

0
SHARE
BIAWAK: Warga menangkap seekor Biawak berukuran dua meter yang masuk ke dalam rumah saat banjir menerjang Perumahan Villa Regency II, Pasarkemis. Banjir ini diakibatkan meluapnya sungai Cirarab dan buruknya saluran drainase, Minggu (23/2). FOTO: Warga for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Hujan mengguyur Kabupaten Tangerang sejak Sabtu (22/2) malam hingga Minggu pagi (23/2). Menyebabkan banjir di 5 kecamatan. Dari data sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) daerah terdampak banjir di Kecamatan Pasarkemis, Sepatan, Sukamulya, Rajeg dan Gunung Kaler dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Terparah di Perumahan Villa Regency II, di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasarkemis. Senada, Eka (48) warga Perumahan Villa Regency II, Kecamatan Pasarkemis, mengaungkapkan, hujan deras berlangsung sejak malam hingga pagi. Ia menerangkan, setidaknya 150 rumah terendam banjir dengan ketinggian dari 50 sentimeter hingga 100 sentimeter. “Selama Februari ini ada enam kali banjir di sini. Semalam itu hujan deras dilanjut gerimis dan langsung saja banjir. Air naik dari sungai Cirarab dan saluran drainase yang mampet. Di sini setiap hujan deras pasti banjir, kami mohon adanya langkah dari permerintah,” ujarnya.

Sementara, Arum (36) warga perumahan Villa Regency II, Kecamatan Pasarkemis, berteriak ketika ada seekor Biawak masuk ke dalam rumah saat banjir. Kepanikan Arum membuat geger warga dan langsung mengevakuasi Biawak dengan kayu. “Tiba-tiba muncul. Saya langsung naik ke atas meja dan berteriak. Saya kira anak kucing, tahunya ekor panjang. Saya langsung teriak minta tolong. Biawak ini sudah diamankan kira-kira panjangnya dua meter,” jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mengatakan, kebutuhan logistik makanan dan minuman untuk warga terdampak banjir sudah disiapkan. Terparah terjadi di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasarkemis dengan ketinggian hampir 1 meter. “Kita rekomendasikan untuk pembuatan rumah pompa dengan kapasitas besar ke dinas terkait. Terparah di RW7 Desa Gelam Jaya dan kita pastikan logistik terpenuhi,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (23/2).

Senada, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, warga lebih memilih bertahan di rumah ketimbang mengungsi. Banjir ini akibat tingginya curah hujan lokal, tersumbatnya saluran air dan rendahnya permukaan tanah permukiman warga. Menurutnya, banjir di 5 kecamatan sudah mulai surut sejak pukul 15.00 WIB dan ketinggian air sudah turun menjadi 50 sentimeter.

Kosrudin menuturkan, dari laporan warga dan pos BPBD banjir terdapat di Perumahan Prima, Kecamatan Sepatan dan Kampung Pancang, Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya. Kemudian, di Perumahan Rajawali Residen, Kecamatan Rajeg dan Perumahan Regency Pasarkemis. Lalu, Kampung Karangjetak, Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler. “Ketinggian dari 50 sentimeter hingga 100 sentimeter. Kita mendapat laporan warga dan memastikan turun ke lapangan. Ada juga karena meluapnya air kedung dan persawahan,” jelasnya.

Sementara itu, hujan yang turun sejak Sabtu malam, membuat ratusan rumah di Perumahan Garden City, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, kembali direndam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Ini bukan kali pertama Garden City kebanjiran. Awal bulan ini, perumahan tersebut juga banjir. Dalam bulan ini, dua kali kebanjiran.

Banjir di Garden City diakibatkan karena salah satu pompa air tidak berfungsi. Akan tetapi warga sudah melakukan persiapan untuk mengungsi di posko banjir yang sampai saat ini masih berdiri pasca banjir awal bulan lalu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana pada BPBD Kota Tangerang Bisri mengatakan, curah hujan deras mengakibatkan luapan air Kali Ledug kembali memasuki permukiman warga dengan ketinggian 1,5 meter.

“Banjir di Garden Cty hari ini (kemarin) ada di beberapa RW, diantaranya RW 21, RW 25, dan RW 22. Tiga RW tersebut sejak hujan turun mulai dimasuki air. Tim sudah siap langsung melakukan evakuasi kepada warga,”ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres, Minggu (23/2).

Bisri menambahkan, tidak hanya rumah warga yang terendam. Akses jalan utama juga terputus akibat air yang mulai tinggi. Bahkan, kendaraan roda dua tidak bisa melintas. Karena derasnya air dari kali Ledug.

“Sejak malam hari, air belum terlalu tinggi. Air tinggi ini setelah 3 jam kemudian hujan selesai, barulah air naik. Peralatan pertolongan warga sudah kami siapkan dan selalu standby di lokasi Kecamatan Priuk. Hal itu agar antisipasi agar cepat melakukan evakuasi dan pertolongan kepada warga,” paparnya.

Bisri menjelaskan, banjir ini juga terjadi karena ada salah satu pompa yang tidak berfungsi. Pompa air juga terendam air.

“Banjir sekarang memang tidak separah waktu banjir di awal bulan. Bahkan banjir kali ini bukan karena kiriman air dari Bogor melainkan memang murni hujan yang besar dan tidak berhenti hingga menjelang pagi,”ungkapnya.

Ia menuturkan, ada beberapa warga yang bertahan di rumah dan sebagian sudah pindah ke posko sejak subuh. Logistik makanan pun sudah ada sejak pagi. Warga yang tinggal di posko sudah langsung ditangani.

“Kemungkinan banjir ini akan cepat surut, karena hujan tidak kembali turun pagi sampai sore. Tetapi kami tetap lakukan antisipasi. Khawatir malam nanti hujan kembali turun dan bisa jadi Kali Ledug airnya kembali naik. Pasukan terus kami siagaka,” tutupnya. (sep/ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here