Home TANGERANG HUB Di Cikupa, 12 Rumah Terancam Longsor

Di Cikupa, 12 Rumah Terancam Longsor

0
SHARE
BAHAYA: Longsoran di Kampung Pabuaran, Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, terjadi akibat hujan lebat dan mengancam belasan rumah warga, Senin (2/3). FOTO: Warga for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA-Intensitas tinggi hujan lokal melanda Kabupaten Tangerang tak hanya menyebabkan banjir. Tapi juga longsor, di Kampung Pabuaran, Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa. Longsor terjadi setelah pada pagi hari, setelah semalaman hujan lebat, Senin (2/3). Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar mengatakan, sudah memerintahkan instansi terkait menanggulangi dan mengantisipasi longsor susulan. “Camat Cikupa dan dinas bina marga sudah datang ke lokasi. Dalam waktu dekat akan kita perbaiki,” ujarnya saat dikonfirmasi Tangerang Ekspres.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, sudah berkoordinasi dengan aparatur desa guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Ia menerangkan, kedalaman longsoran diperkirakan sedalam 6 meter dengan luas sekira 40 meter persegi.

“Apabila terjadi hujan kembali di sekitar lokasi, terjadi pergeseran tanah yang berpotensi longsor kembali. Penduduk kita imbau agar waspada dan hati-hati. Kita akan terus mengamati perkembangannya dan sudah mendapat arahan dari aparat desa dan kecamatan,” jelasnya. Laporan yang dikumpulkan Tangerang Ekspres, sebanyak 12 rumah warga terancam ambruk di sepanjang garis longsor. Pergeseran tahan ini mengakibatkan satu tembok rumah sudah mengalami keretakan. Bahkan, beberapa rumah sudah miring akibat sebagian pondasi bergeser.

Tanah amblas hingga 6 meter dengan panjang 40 meter. Jika terjadi hujan lebat lagi, 12 rumah terancam longsor.

Warga setempat, Sangsang mengatakan, hujan lebat telah mengikis tanah. Ia mengetahui longsoran saat hendak berangkat kerja. Ia mengatakan, tanah bergerak di Kampung Pabuaran sudah terjadi kedua kalinya. “Bukan di sini saja. Pertamanya di depan tanah itu udah turun. Selang berapa hari terjadi di sini. Panjangnya dari sini ke sana lima ratus meteran. Kita khawatir ini semakin melebar,” jelasnya. Senada, Susi mengaku, khawatir rumahnya ikut amblas. Ia meminta agar pemkab gerak cepat menangani sebelum jatuhnya korban jiwa. “Bocah banyak di sini. Takutnya hujan malam dan sedang tidur terus longsor. Apabila siang hari kan kita beraktivitas jadi ketahuan kalau ada apa-apa,” ungkapnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here