Home BANTEN Dampak Corona, Masker Jadi Langka dan Mahal

Dampak Corona, Masker Jadi Langka dan Mahal

0
SHARE
MENERIMA: Sejumlah masyarakat mendatangi Apotek untuk menanyakan obat yang dicari di Apotek Berkah, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 160, Sumur Pecung, Kota Serang, Selasa (3/3). FOTO: Syirojul Umam/Banten Ekspres

SERANG – Dinyatakannya dua warga Negara Indonesia (WNI) asal Depok, Jawa Barat yang positif terkena virus corona atau disebut Covid-19 berdampak pada penjualan masker di Kota Serang. Kini, barang tersebut tengah diburu masyarakat. Namun sulit ditemukan, sekalipun ada harganya melambung hingga enam kali lipat.

Pantauan Banten Ekspres, Selasa (3/3), saat menyambangi beberapa apotek di Kota Serang, keberadaan masker sangat sulit didapatkan dari distributornya. Bahkan meskipun ada harga sangat mahal mencapai hingga Rp300 ribuan.

Apoteker pada Apotek Berkah, Ade Otavia Ningsih mengatakan, pihaknya sulit mendapatkan masker dari pihak distributor. Kelangkaan tersebut sudah berjalan hingga dua bulan lamanya. Adapun stok lama sudah habis terjual minggu lalu.

“Kita sudah minta kepada pihak distributornya tapi ternyata sedang langka, dan minggu kemarin stok kami hanya lima boks sudah habis diburu warga,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, dalam satu minggu ini, sudah banyak masyarakat yang menanyakan ketersediaan masker dan antiseptic. Jumlahnya hampir mencapai 20 orang per hari.

“Iya mungkin karena ada orang Indonesia yang terkena corona, akhirnya masyarakat ramai-ramai mencari masker, tapi ketersediaan masker ini sudah langka saat pertama muncul virus corona di China,” ujarnya.

Harga masker juga melambung tinggi. Yang biasa dijual per boks Rp35 ribu, meningkat menjadi Rp50 ribu, bahkan sekarang menjadi Rp300 ribu.

“Terakhir stok yang kami jual itu harga Rp50 ribu, sekarang kalau kami mendapatkan harganya sampai Rp300 ribuan,” katanya.

Apoteker lainnya, pada Apotek Gama, Ayu mengatakan, keberadaan masker dan antiseptik di apoteknya sangat langka. Bahkan ini sudah berjalan hingga satu bulan lamanya.

“Memang sekarang-sekarang ini sangat susah, dari distributornya saja susah banget, sementara banyak masyarakat yang datang menanyakan masker,” katanya.

Kondisi tersebut juga diikuti dengan melambungnya harga makser. Dari awal dijual dengan harga Rp50 ribu per bok, kini dijual dengan harga Rp300 ribuan. “Sudah susah, mahal pula. Harga itu dari distributornya memang segitu,” tuturnya.

Penjaga salah satu toko swalayan di Kota Serang, Siska juga mengatakan hal sama. Menurut dia, banyak masyarakat yang datang mencari masker. Namun sayang stoknya sudah habis beberapa bulan lalu, dan belum ada stok tambahan.

“Terakhir bulan lalu itu harganya masih normal, tujuh ribu rupiah untuk lima buah masker. Tapi beberapa hari ini banyak yang datang menanyakan masker,” katanya.

Sementara itu, Warga asal Cipocok Jaya, Imron mengaku khawatir dengan adanya virus corona. Karena itu, ia mencari masker sebagai alat penangkal penyebaran virus tersebut.

“Akhir-akhir ini Presiden RI Jokowi sudah menyatakan ada dua WNI yang terkena, makanya khawatir penyebarannya sampai ke Kota Serang ini,” katanya.

Warga lainnya asal Ciceri, Natasha mengatakan pihaknya rutin menggunakan masker ketika bepergian menggunakan kendaraan roda dua. Hal itu bukan takut karena virus corona, melainkan sebagai alat penghadang debu.

“Masih belum terlalu takut sih, tapi tetap saja saya juga harus waspada. Saya sempat mencari (masker) di Kota Serang, tapi ternyata susah banget, tapi waktu ke Bekasi saya beli harganya masih normal,” paparnya. (mam/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here