Home TANGERANG HUB Zaki Imbau Warga Sering Cuci Tangan, Waspada tapi Tidak Perlu Panik

Zaki Imbau Warga Sering Cuci Tangan, Waspada tapi Tidak Perlu Panik

158
0
SHARE

TANGERANG – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengimbau, warga Kabupaten Tangerang tak panik menghadapi isu virus Corona. Ia memaparkan, pemerintah pusat maupun daerah hingga dunia internasional sudah melakukan upaya yang optimal dalam penanggulangan virus Corona. Selain penanggulangan, pemerintah berupaya maksimal mencegah penyebaran virus baru ini.

Untuk itu, Zaki mengajak warga Kabupaten Tangerang untuk tidak perlu panik dan bereaksi berlebihan dalam merespons kasus Corona yang terjadi baik itu di Depok maupun di Indonesia. “Yang kita butuhkan adalah, kita harus waspada tanpa panik,” jelasnya di ruang kerja Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (4/3).

Diketahui, dua orang asal Depok dinyatakan positif terpapar virus Corona dan menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso. Hal ini mengakibatkan kelangkaan masker di Kabupaten Tangerang. Kalaupun ada, harga dipatok dari Rp200ribu hingga Rp300ribu per boks yang biasanya dibanderol Rp30ribu hingga Rp50ribu per boks. Poin kedua, Zaki mengimbau, warga tetap beraktivitas seperti biasa dengan tidak menyebarkan berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya. Ia menyarankan, agar warga pro aktif menanyakan isu-isu seputar Corona kepada pemerintah. Baik kepada kementerian kesehatan maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

“Sebelum ada konfirmasi terlebih dahulu, baik dari kementerian maupun instansi yang berwenang, jangan juga menyebarkan berita bohong ataupun hoaks yang bisa membuat warga bingung dan panik,” tutur orang nomor satu di Kabupaten Tangerang ini. Zaki mengajak warga selalu menjaga pola hidup sehat dengan rajin berolahraga dan istirahat yang cukup. Ia juga mengingatkan, bersama-sama berdoa kepada Tuhan agar diberikan kesehatan dan perlindungan dari segala marabahaya. Zaki mengimbau, bagi yang sedang batuk ataupun pilek menggunakan masker. “Ketiga, saya mengingatkan untuk meningkatkan intensitas cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir. Juga menghindari kontak langsung dengan hewan. Banyak mengkonsumsi sayur-mayur serta tidak memakan daging merah yang tidak dimasak,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany minta kepada warga menyikapi merebaknya virus corona dengan tenang. Hal itu dikatakan Airin seusai memipin rapat bersama oraganisasi perangkat daerah (OPD) terkait penyebaran Corona di Balai Kota, Selasa (3/3) malam. Airin mengatakan, sesuai perintah Kementerian Kesehatan agar kita hidup sehat, jaga kesehatan, makan yang cukup dan lainnya.

“Tidak usah panik hadapi virus Corona dan pemerintah sedang melakukan antisipasi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/3) malam. Ibu dua anak ini menambahkan, rapat dilakukan bersama dinas terkait untuk memastikan situasi Kota Tangsel. Sampai saat ini belum ditemukan kasus Corona di Kota Tangsel.

Dalam rapat tersebut, dari laporan Dinas Kesehatan ada satu orang dirawat di RS Permata Pamulang yang mengaku-mengaku suspect virus Corona dan sudah disampaikan ke RS Sulianti Saroso. “Namun, setelah diperiksa orang ini hanya sakit demam. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, orang ini tetap kita rawat di RS agar mudah dilakukan pemantauan,” tambahnya. Wanita berkerudung ini juga sedang menunggu laporan dari Dinas Ketenagakerjaan terkait data tenaga kerja asing (TKA) yang ada di Kota Tangsel. Terlebih bila ada TKA yang baru pulang dari luar negeri.

Menurutnya, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, ia tidak menyarankan warga memakai masker bagi yang sehat. Namun, masker hanya dipakai bagi yang sakit batuk, flu dan pilek agar tidak menular ke orang lain. Pemkot juga menyiapkan ruang isolasi di RSU Tangsel ada kerjasama dengan RS Medika.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono meminta tiap sekolah agar menyiapkan cairan pencuci tangan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. “Saya mengimbau agar sekolah menyediakan cairan pencuci tangan, guru dan siswa agar menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” ujarnya. Taryono menambahkan, secara umum pihaknya dalam kondisi waspada. “Kalaupun sekolah internasional kan bukan berarti mereka baru pulang dari luar negeri. Mereka stay di sini kan sudah lama,” tambahnya. (sep/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here