Home TANGERANG HUB Pasar Serpong Disemprot Disinfektan

Pasar Serpong Disemprot Disinfektan

85
0
SHARE

SERPONG-Untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus Corona di Pasar Serpong, Satpol PP Kota Tangsel melakukan penyemprotan cairan disinfektan, Serpong, Selasa (24/3).

Penyemprotan dipimpin Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Menurut Pak Ben penyemprotan cairan disinfektan dilakukan oleh Satpol PP sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. “Penyemprotan ini penting dilakukan sebagai upaya pembersihan virus yang menempel dilokasi tersebut,” ujarnya kepada Tangerang Ekpres, Sabtu (2/3).

Pak Ben menambahkan, pasar Serpong termasuk pusat keramaian yang banyak dikunjungi masyarakat. Sehingga menjadi salah satu titik penyemprotan disinfektan dan diharap tidak ada penyebaran virus corona.

Selain itu, Satpol juga melakukan sosialisasi melalui pengeras suara di masjid dan musala. Mereka menyampaikan informasi tentang pencegahan virus corona kepada warga. “Diharapkan masyarakat tidak ke luar rumah apabila tidak mendesak, ini kita lakukan agar virus corona dapat segera diatasi,” tanbahnya.

Mantan pegawai Pemkab Tangerang ini menjelaskan, berdasarkan hasil rapat yang telah dilakukani, Pemkot menetapkan Posko Utama Covid-19 Kotq Tangsel yang berlokasi di Jalan Raya Viktor. Minggu (25/3) pagi lokasi tersebut sudah bisa digunakan.

Pak Ben menjelaskan, lokasi tersebut akan digunakan untuk kepentingan Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangsel. “Di lokasi ini standby mobil ambulan, mobil jenazah, mobil Damkar, mobil patroli Satpol PP, mobil Rescue Dinsos dan Mobil Dishub,” tuturnya.

Sampai Selasa (24/3) sore, Dinas Kesehatan Kota Tangsel mengkonfirmasi, warga yang positif akibat virus corona bertambah tujuh orang dan totalnya 15 orang positif.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Tangsel Tulus Muladiyono mengatakan, sampai Selasa (24/3) sore ada 15 ornag yang positif virus corona, padahal sebelumnya hanya 8 orang. “Jumlah warga yang positif bertambah, saya harap masyarajat tidak ke luar rumah dan jaga kesehatan serta makan makanan yang bergizi,” ujarnya.

Tulus menambahkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) tercatat ada 164 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 79 orang. “Lalu yang dinyatakan meninggal empat orang,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here