Home HUKUM Tak Dikasih Uang, Anak Aniaya Ibu

Tak Dikasih Uang, Anak Aniaya Ibu

0
SHARE
DIAMANKAN: Rahmat (kedua dari kiri) pasrah saat unit reskrim Polsek Cisoka mengamankan dirinya usai menganiaya ibu kandung akibat uang yang diberikan tidak sesuai permintaan, kemarin. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

JAYANTI – Rahmat (37) asal Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti tega menganiaya Rogayah (42), ibu kandungnya yang dianggap tidak bisa memenuhi permintaan. Pemuda pengangguran ini kerap kali meminta uang sebesar Rp200 ribu dengan alasan guna membeli rokok dan makan.

Namun, pemuda durhaka ini kerap mengamuk apabila setiap permintaan pelaku tidak bisa dipenuhi oleh orang tuanya. Puncaknya terjadi pada Selasa (24/3), dimana Rahmat meminta sejumlah uang Rp200 ribu akan tetapi Rogayah memberikan Rp150 ribu. Alhasil, kepala Rogayah jadi sasaran amukan dan pelaku mengamcam akan membunuhnya.

Kapolsek Cisoka, AKP Akbar Baskoro mengatakan, pelaku sempat menyerang polisi dan kabur namun berhasil dilumpuhkan. Ia menerangkan, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak betis pelaku. Akan tetapi timah panas yang menembus kaki pelaku tidak langsung membuatnya menyerah.

“Ada seorang ibu yang mengalami penganiayaan dan ancaman pembunuhan oleh anakya. Kemudian, tim reskrim dan patroli menuju ke TKP dan pelaku melakukan perlawanan dengan memegang dua bilah pisau. Kami melakukan tembakan peringatan namun pelaku tidak menggubris dan berusaha menyerang dan mengejar personil kami,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (29/3).

Rahmat sempat mengacungkan dua bilah pisau dan memanantang polisi unutk berduel. “Ayo sini maju saya tidak takut. Kita selesaikan secara jantan,” katanya dengan mata melotot. Penangkapan pelaku di depan minimarket dan langsung menjadi tontonan warga. Polisi memberikan tembakan peringatan namun Rahmat malah menjadi-jadi. “Jangan sama pistol, sini kamu saya bacok sampai mati,” ancamnya.

Pelaku semakin menjadi dan kabur padahal sudah beberapa kali diberi timah panas di bagian kaki. Saat pelaku berhasil dilumpuhkan, polisi segera memasukan ke mobil patroli guna menghindari amukan warga.

Menurut Akbar, tindakan pelaku bisa membahayakan warga sehingga diperlukan tindakan tegas dan terukur. Ia menerangkan, polisi terpaksa melancarkan timah panas ke kaki kanan beberapa kali setelah tembakan peringatan tidak diindahkan.

“Kita akan periksa kejiwaan pelaku dan kita dalami kasus ini. Meskipun sudah dilumpuhkan pelaku masih terus menyerang. Melarikan diri namun dibantu warga akhirnya berhasil kami amankan. Kita tuntaskan kasus ini,” tegasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here