Home TANGERANG HUB Harga Cabai Rawit tak Lagi Pedas

Harga Cabai Rawit tak Lagi Pedas

0
SHARE
MENUNGGU: Pedagang cabai di Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang saat menunggu pembeli, kemarin. FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

BALARAJA — Harga cabai terus merosot saat masuk pekan kedua Ramadan. Begitu juga harga ayam yang harganya melorot jauh.

Sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Sentiong Balaraja, Kabupaten Tangerang mengatakan, harga cabai rawit, keriting, dan merah besar terus turun. Harga cabai rawit merah kualitas super dijual Rp40 ribu per kilo, padahal sehari sebelum ramadan, harganya Rp50 ribu.

Cabai keriting harganya Rp35 ribu perkilo dari sebelumnya Rp40 ribu. Cabai merah besar harganya malah Rp30 ribu per kg dari sebelumnya Rp40 ribu.

“Harga cabai sekarang enggak pedas lagi. Murah sekali padahal bagus kualitasnya,” ujar Nasip, pedagang sayur dan bumbu-bumbu dapur Pasar Tradisional Sentiong Balaraja, kepada Tangerang Ekspres, Selasa (5/5).

Harga bahan pokok yang ikut terjun bebas adalah telur, kalau biasanya harganya Rp28 ribu per kg, beberapa hari ini harganya merosot ke angka Rp20 ribu per kg.

“Turunnya harga telur ayam ini menurut Taufik pedagang sembako, lantaran stok melimpah. Sementara pembelinya kurang. Ini harganya telurnya melorot. Sudah murah tetapi yang beli sedikit,” ucapnya.

Dia mengeluhkan hingga hari ke-12 Ramadan pendapatannya menurun, berbeda dengan tahun sebelumnya yang ramai.

“Tahun lalu ramai banget sama tukang kue yang beli bahan kue kering. Sekarang sepi, mungkin mereka pikir bikin kue kering siapa yang mau beli, kan enggak balik modal,” duganya.

Taufik menambahkan, biasanya warung makanan juga beli telur yang banyak. Sejak wabah corona, pembelian berkurang jauh.

Hal yang sama diungkapkan Nasrul, pedagang ayam negeri. Saat Munggahan atau satu hari sebelum puasa, ia menjual Rp30 per ekor dengan ukuran sedang. Kini, Nasrul hanya mampu menjual Rp25 per ekor dengan ukuran sedang.

Lebih lanjut Nasrul pemaparan, harga ayam terus mengalami penurunan harga, mengingatkan daya beli masyarakat ditengah pandemi Covid-19 semakin lesu. Tentunya hal tersebut mengurangi pendapatannya.

“Jualan disaat wabah Corona bisa kembali modal saja udah bagus, syukur-syukur bisa untung. Daya beli masyarakat turun drastis. Semoga wabah ini bisa cepat berlalu,” ungkap Nasrul. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here