Home TANGERANG HUB Penyaluran Bansos, Ahli Waris Pulang dengan Tangan Kosong

Penyaluran Bansos, Ahli Waris Pulang dengan Tangan Kosong

0
SHARE
KTP: Fatimah (kanan) dan temannya tunjukan e-KTP almarhumah orangtua mereka, saat ingin mengambil buku tabungan dan KKS di GSG Kantor Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Rabu (13/5). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SEPATAN — BRI unit Sepatan menyalurkan buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berupa kartu ATM kepada penerima Bantuan Sosial Pangan (BSP), di Gedung Serba Guna Kantor Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Rabu (13/5).

Sebanyak 1.508 KK penerima BSP program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) temporer selama sembilan bulan, terhitung April sampai Desember 2020. KK sebanyak itu tersebar di tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sepatan.

Bahrun Ilman, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) mengatakan, hari ini (kemarin) penyaluran buku tabungan dan KKS susulan. Sebab kegiatan penyaluran itu dilakukan bertahap, sebab sekarang masa Pembasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Di desa masing-masing, nanti saldo di KKS senilai Rp200 ribu yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) dapat dipakai membeli sembako di e-warung yang ditunjuk BRI,” kata Ilman, jelasnya.

Ilman menjelaskan, saldo senilai Rp200 ribu dapat ditukarkan beras 10 kilogram, ayam potong 1 ekor, telur ayam 1 kilogram, tempe 1 papan, jeruk 1 kilogram dan sayur sop. “Jadi ada unsur karbohidrat

“Karena ini sudah Mei, maka mereka yang baru terima kartu bisa langsung dua bulan dengan yang April,” kata Ilman, disela kesibukannya. Tak lupa, ia menyampaikan kepada ahli waris belum bisa mengambil buku tabungan dan KKS. “Karena yang ngambil harus orang yang tercantum namanya,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Ilman, muncul nama orang sudah meninggal dunia sebagai penerima BPNT temporer, akan dikoordinasikan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang. “Apakah bisa atau tidaknya ahli waris terima buku tabungan dan KKS, lihat nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Adit, pegawai BRI unit Sepatan mengatakan, tidak bisa berkomentar terkait nama-nama orang yang sudah meninggal dunia, tapi terdaftar sebagai penerima BPNT dampak covid-19.

“Kami hanya sebagai pemfasilitas buku tabungan dan KKS saja. Bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos),” ucapnya, sambil menyebutkan tidak mengetahui asal data penerima BPNT temporer.

Sementara itu, Fatimah, anak ke enam almarhumah Ilah, berharap ahli waris dapat menerima BPNT temporer. Selama ini kata Fatimah, pihaknya tidak pernah menerima bantuan sosial pangan maupun bantuan sosial tunai. “Selama ini kami belum dapat PKH dan BPNT,” jelasnya, seraya menyebutkan meski dirinya punya anak sekolah sebagai syarat penerima PKH.

Sekarang, Fatimah merasa senang ketika nama orang tuanya muncul sebagai penerima BPNT temporer, meskipun orang tuanya sudah meninggal dunia sejak beberapa pekan lalu. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat diwariskan ke kami anaknya almarhum,” kata Fatimah, harapannya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here