Home TANGERANG HUB Demo Bansos, Warga Bakung Datangi DPRD

Demo Bansos, Warga Bakung Datangi DPRD

0
SHARE
AUDIENSI: Warga Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (29/6). FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA — Puluhan warga Desa Bakung, Kecamatan Kronjo menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Senin (29/6).

Kedatangan puluhan warga yang didampingi oleh Komunitas Buruh Migran, untuk meminta kejelasan terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang hingga saat ini tidak pernah diterima.

“Yang kita tangani ada sekitar 48 KK yang merupakan keluarga purna TKI yang setelah dilakukan pengecekan data di Kemensos mereka adalah penerima PKH dan ada juga yang penerima BPNT, namun faktanya mereka tidak pernah menerima,” ungkap perwakilan Komunitas Buruh Migran dari BP3TKI Kecamatan Kronjo, Syarif Hidayatullah, kepada wartawan, siang tadi.

Dia menjelaskan, meski terdaftar sebagai penerima BPNT atau PKH, mereka tidak pernah memegang kartu penerima ataupun ATM.

“Kami sudah sempat bertemu dengan Dinas Sosial, dan diterangkan bahwa yang dipakai oleh Dinsos bukan data dari SIKS-NG,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, setelah dilayangkan surat terkait hal tersebut, ada beberapa warga yang kemudian menerima bantuan.

“Ya, telah kita layangkan surat ada beberapa yang sudah menerima bantuan dalam bulan terakhir,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Kronjo, Tibi mengatakan, benar bahwa 48 warganya memang tercatat sebagai penerima bantuan. Namun tercatat hanya tiga orang sudah mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial RI.

“Sepengetahuan saya dari 48 orang itu hanya tiga yang sudah dapat bantuan, sisanya 45 orang belum menerima bantuan,” ungkapnya kepada wartawan usai menghadiri rapat audiensi di ruang media center DPRD Kabupaten Tangerang.

Menururnya, ke-45 orang yang tidak mendapatkan bantuan itu namanya memang tercatat sebagai penerima bantuan sesuai dengan data yang ada di Kemensos.

Sementara, hingga kini mereka belum menikmati haknya. Oleh itu puluhan warga ini mempertanyakan bantuan yang urung didapatnya.

“Data Kemensos juga enggak valid, kenapa bisa seperti itu. Datanya ada, tapi bantuannya tidak dikasih,” katanya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here