Home TANGERANG HUB Peringati Harganas, DMP3AKB Gelar Pelayanan KB Serentak

Peringati Harganas, DMP3AKB Gelar Pelayanan KB Serentak

0
SHARE
PANTAU LAYANAN: Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati (dua dari kiri) memeriksa proses pelayanan KB serentak yang dilakukan di Puskesmas Pondok Aren kemarin. Selain di tempat itu, pelayanan juga serentak digelar di seluruh puskesmas dan klinik. Kegiatan ini, dalam rangka peringatan Harganas ke-127. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PONDOK AREN-Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-27 tahun 2020, Pemkot Tangsel menggelar kegiatan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor.

Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor merupakan program yang digagas oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada momen puncak peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel Khairati mengatakan, dalam rangka Harganas ke-27 seluruh kabupaten kota mengadakan kegiatan cegah putus pakai alat kontrasepsi dengan pelayanan sejuta peserta.

“Di Kota Tangsel target akseptornya 6.762 orang, mulai dari mulai kondom, pil, iud, implan dan pelayanan NKJP lainnya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (29/6).

Khairati menambahkan, berdasarkan pendataan di lapangan calon asekptor yang dilayani hari ini (kemarin) ada 7.160 yang hadir di puakesmas, bidan praktek swasta, klinik pratama yang melayani KB, rumah sakit swasta, dan layanan dinamis di kecamatan Pondok Aren.

“Ini dilayani gratis baik yang punya KTP  Kota Tangsel atau tidak, punya BPJS atau tidak. Kalau di klinik swasta tetap bayar,” tambahnya.

Masih menurutnya, sumber datanya ada di DPPP3AKB dan diinput langsung ke aplikasi milik BKKBN. dalam pelayanan KB yang dilakukan hari ini (kemarin) di Pondok Aren petugas melayani 409 implan dan 27 iud di mobil.

Ada juga pemberian kondom oleh kader, lemberian IUD pascasalin juga dilayani dan mereka diberi sertifikat khusus. Dari target 6.762 akseptor, palkng banyak adalah pil dengan 4.200 akseptor, suntik 2.700 akseptor, serta implan dan iud 540.

“Pil dan suntik banyak peminat, sedangkan implan iud tiida banyak,” jelasnya.

Khairati menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan karen saat pandemi covid-19 banyak masyarakat takut datang ke RS atau puskesmas dan termasuk baik aseptor yang akan putus pakai alat kontrasepsi. Sehingga BKKBN buat gebrakan untuk cegah pakai dengan melakukan gerakan sejuta akseptor di seluruh Indonesia.

“Ini gerakan yang dibuat BKKBN untuk mencegah putus pakai alat kontrasepsi,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here