Home TANGERANG HUB Mie Mengandung Formalin di Pasar Rakyat

Mie Mengandung Formalin di Pasar Rakyat

0
SHARE
Mie Mengandung Formalin di Pasar Rakyat
CEK BAHAN BERBAHAYA: Petugas Loka POM Tangerang menguji bahan olahan pangan dengan metode rapid test kit untuk mendeteksi formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow di produk makanan di Pasar Rakyat Kecamatan Pasarkemis, Selasa (30/6). FOTO: Loka POM Tangerang for Tangerang Ekspres

PASAR KEMIS – Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tangerang melakukan pemeriksaan rutin ke pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Kemarin dilakukan pengawasan bahan olahan pangan di Pasar Rakyat Kecamatan Pasarkemis, Selasa (30/6). Kepala Loka POM Tangerang Wydia Savitri mengatakan, pengawasan obat dan makanan rutin dilakukan untuk memastikan keamanan konsumen. Ia menuturkan, produk olahan pangan yang diperiksa diambil dari tempat yang berbeda-beda dari satu pasar.

“Kita lakukan random sampling bahan olahan pangan seperti mie kuning hingga harum manis. Kita ambil dari pedagang yang berbeda-beda. Ini pemeriksaan rutin. Petugas yang ditempatkan memakai masker, penutup wajah (face shield), sarung tangan dan penutup kepala. Ini sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (30/6).

Wydia menuturkan, setelah dilakukan sampling bahan olahan pangan diuji dengan metode rapid test kit dengan empat parameter bahan berbahaya pangan. Mulai dari formalin, boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow.

“Setelah kita lakukan pengujian terdapat dua sampel yang diduga mengandung bahan berbahaya pangan. Satu sampel berisi harum manis kita duga mengandung Rhodamin B dan satu sampel lagi berisi mie kuning diduga mengandung formalin,” jelasnya. Ia mengatakan, ada 24 sampel yang diperiksa di Pasar Rakyat Kecamatan Pasarkemis. Di mana dua sampel dinyatakan tidak memenuhi syarat. Ia menegaskan, akan dilakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan bahan berbahaya di mie kuning dan harum manis. “Rhodamin B dan Formalin merupakan bahan yang berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi. Bisa menyebabkan gagal ginjal, memicu kanker dan kerusakan pada hati. Apabila dikonsumsi anak bisa menyebabkan gangguan pada daya ingat,” jelasnya.

Diketahui, mie kuning merupakan produk olahan pangan yang bisa disajikan berbagai hidangan seperti mie ayam, mie goreng puyuh dan berbagai menu jajanan sekolah. Adapun, harum manis banyak dijumpai sebagai penyedap manis di menu bolu, jus dan menu jajanan sekolah. Wydia mengimbau, warga yang akan membeli makanan, obat dan olahan lain agar mengecek keamanan pangan secara mandiri. “Kami mengajak masyarakat berhati-hati sebelum membeli produk. Ingat selalu cek keamanan label, izin edar, dan tanggal kedaluarsa,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here