Home TANGERANG HUB Pengambil Uang BLT Ngaku Khilaf

Pengambil Uang BLT Ngaku Khilaf

0
SHARE
Pengambil Uang BLT Ngaku Khilaf
WS mengakui telah mengambil uang BLT milik Lilis karena terdesak kebutuhan, Senin (29/6). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – WS, ketua kelompok pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengakui telah mengambil uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) milik Lilis. Dirinya mengaku uang yang bukan haknya itu dipergunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

WS yang didamping keluarganya mengaku salah menggunakan BLT. Dirinya siap mengganti uang Lilis yang sudah dia gunakan sejak 2016.

“Iya saya mengakui bahwa saya telah mengambil BLT milik Ibu Lilis senilai Rp 10 juta lebih, saya melakukan itu karena khilaf dan juga butuh uang karena kondisi corona. Saya mengambil uang dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta yang saya ambil dari ATM Ibu Lilis, karena ATM Ibu Lilis dititipkan ke saya makanya saya yang ambil untuk BLT-nya. Tetapi untuk sembako, Ibu Lilis tetap mendapatkan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di rumahnya, Senin (29/6).

WS menambahkan, dirinya siap mengganti uang tersebut dan juga membuat pernyataan di atas materai kepada Lilis untuk mengembalikannya secara full. Jika tidak diganti, dia siap menerima hukuman sesuai aturan yang ada.

“Kalau sekarang saya hanya ada uang Rp 1 juta dulu, selebihnya saya akan ganti sesuai jumlah yang diambil oleh saya. Kalau saya tidak sanggup, siap dibawa ke Polisi untuk bertanggung jawab perbuatan saya kepada Ibu Lilis,”paparnya.

Sementara itu, pendamping PKH Kelurahan Poris Pelawad Indah Herawati mengatakan, WS ini adalah ketua kelompok KPM di RW 3 yang ditunjuk untuk memberikan sembako kepada masing-masing penerima sesuai dengan data yang ada.

“Kejadian ini diketahui saat saya ditelepon oleh Kepala Seksi Kemasyarakatan (Kasi Kemas) Kelurahan Poris Pelawad Indah yang menceritakan WS tidak menyampaikan BLT tersebut kepada yang seharusnya menerima yakni Lilis, dan WS ini hanya ketua Kelompok KPM yang statusnya sama dengan Lilis yakni KPM,”ungkapnya.

Herawati menjelaskan, setelah menyetak rekening koran Lilis dia kaget lantaran ada transaksi. Namun, Lilis tidak pernah mendapatkan haknya karena jika ditanyakan WS selalu mengatakan tidak ada uang yang masuk. Padahal sejak 2016 uang milik Lilis selalu diambil dan tidak pernah sampai.

“Saya sempat panggil WS dengan beberapa kader PKH, siapa yang tahu soal ini. Namun, WS belum mengakui. Ia mengaku kalau saldo Rp 0. Bahkan WS selalu mengelak jika ditanyai masalah uang Lilis, karena sampai saat ini Lilis tidak menerima uang sepeser pun dari WS,”pungkasnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here