Home TANGERANG HUB Tren Kasus Covid Menurun, Rumah Singgah Anabatic akan Ditutup

Tren Kasus Covid Menurun, Rumah Singgah Anabatic akan Ditutup

128
0
SHARE

TIGARAKSA — Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, berencana akan menutup rumah singgah Griya Anabatic yang selama ini menjadi rumah isolasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

“Penutupan rumah singgah Griya Anabatic dilakukan pada minggu kedua bulan Juli,” ujar Zaki kepada wartawan, Kamis (2/7).

Hal itu dilakukan, kata Zaki, lantaran kesanggupan fasilitas kesehatan rumah sakit di Kabupaten Tangerang dianggap sudah mumpuni. Kemudian, lanjutnya, trend kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang pun sudah menurun.

“Demi menghemat anggaran rumah singgah ditutup,” pungkasnya.

Ia menambahkan, sebanyak lebih 200 pasien PDP dan OTG yang telah dirawat di Griya Anabatic mereka mengalami pemulihan dengan tingkat kesembuhan 90 persen.

Kemudian, lanjut Zaki, dana perawatan di Griya Anabatic yang nantinya tidak digunakan lagi akan dialihkan untuk menunjang program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Dimana puluhan ribu buruh di Kabupaten Tangerang yang menjadi korban PHK, melalui JPS banyak kegiatan yang nanti akan diselenggarakan.

“Bisa untuk pembangunan fisik melalui penujukan langsung, pembinaan dan penguatan ekonomi serta pengusaha mikro. Dimana kegiatannya harus terhitung dan bisa dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Tangerang, dr Dedy Effendi MARS, meminta agar Pemerintah Kabupaten Tangerang agar tidak terburu-buru menutup rumah singgah Griya Anabatic.

Menurut dr. Dedy, meskipun angka penurunan Covid-19 di Kabupaten Tangerang maupun Banten, akan tetapi angka peningkatan Covid-19 secara nasional masih tetap terjadi. Selain itu, penyebaran Covid-19 periode kedua yang bisa terjadi pasca Idul Adha, harus menjadi pertimbangan pemerintah.

“Provinsi Banten secara keseluruhan memang mengalami penurunan, saat ini masuk kedalam 11 besar secara nasional. Tangerang juga mengalami tren penurunan, tapi ingat Covid-19 belum berakhir. Dikhawatirkan akan terjadi ledakan ke dua penularan Covid-19,” tegas alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Yarsi, Jakarta.

Secara geografis Tangerang ini berbatasan langsung dengan Jakarta, dimana angka Covid-19 di Jakarta masih tetap tinggi. Belum lagi masyarakat belum bisa melaksanakan protokol kesehatan saat Idul Adha. Itu yang harus jadi pertimbangannya,” tegas dr. Dedy. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here