Home TANGERANG HUB Ratusan Warga Pengarengan Demo Ternak Ayam

Ratusan Warga Pengarengan Demo Ternak Ayam

0
SHARE
Ratusan Warga Pengarengan Demo Ternak Ayam
DEMO: Warga Daon Teko, RT 21/05, Desa Pengarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, mendemo PT. Kemiri Jaya Farm, agar menutup kandang ayam, karena mencemari polusi udara, Kamis (16/7). FOTO: Istimewa

RAJEG — Ratusan warga Daon Teko, RT 21/05, Desa Pengarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, gelar aksi demo di depan kandang ayam. Warga menuntut pemilik ternak PT. Kemiri Jaya Farm menutup kandang, karena diduga mencemari polusi udara.

Salah satu warga setempat Abrag mengungkapkan, sebenarnya warga mengeluhkan ternak ayam yang berada di tengah-tengah perkampungan ini sejak lama. Namun belakangan, selain dipicu bau busuk dari kandang tersebut, juga warga kekurangan air bersih karena pemilik ternak membuat empat sumur satelit.

“Keluhan warga terhadap bau kandang sejak lama, namun belakangan warga mulai kekurangan air bersih lantaran pihak pengelola ternak membuat sumur satelit,” ujarnya.

Abrag menambahkan, selain warga Desa Pengarengan, Rajeg, ternyata warga Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, juga terkena dampak bau dan kekeringan. Warga mendesak pemilik ternak ayam yang sudah beroperasi sejak 1995 ini untuk segera menutupnya.

“Jika tidak segera ditutup, maka warga sekitar akan terus menerima dampak bau dan kekeringan disaat kemarau seperti sekarang ini. Warga juga akan melaporkan ke pemerintah setempat,” tandasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, yang membidangi lingkungan hidup, Muhamad Amud meminta, agar Dinas Lingkungan Hidup turun langsung ke lokasi. Keluhan warga harus segera direspon oleh Pemerintah Daerah agar tidak berkepanjangan.

“Keluhan warga kan soal bau dan adanya sumur air bawah tanah. Masalah bau harus ada solusi seperti apa dari perusahaan, kalau benar ada sumur bawah tanah yaa harus dicek izinya seperti apa. Ada atau tidak perizinanya.” kata Amud, ketika dihubungi wartawan.

Menurut Amud, Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat tegas. Jika ada perusahaan yang tidak lengkap perizinanya, akan diberikan sanksi. “Contohnya pabrik besi yang ada d Kampung Picung, Kecamatan Pasar Kemis. Ketika dicek oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Tenaga Kerja dan ditemukan pelanggaran, langsung ditutup oleh Pemda. “tandasnya. Ia menambahkan, pihaknya sudah mengetahui keluhan warga.

“Mungkin baru sekarang warga protes. Kabar adanya keluhan itu sudah lama kami dengar. Wajarlah warga protes masalah bau, peternakan adanya dekat permukiman warga,”jelasnya.

Amud menyarankan, agar Dinas Lingkungan Hidup mengecek kelengkapan perizinanya, masalah lingkungan hidupnya yang dikeluhkan warga.

Menurut Amud, keberadaan ternak ayam memang kerap menimbulkan bau. Keluhan seperti ini sering terjadi.

“Kami akan monitor langkah dinas terkait, jangan sampai keluhan warga ini biarkan. Pemerintah daerah akan bersikap tegas kepada perusahaan yang abai terhadap peraturan.

“Kalau ternak menimbulkan bau, ya harus ada upaya dari pengusaha untuk memperbaikinya. Jangan sampai ada keluhan dari warga.” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Ia berjanji akan mengecek ke lapangan terlebih dahulu.

“Belum bisa memberikan komentar. Kita akan cek terlebih dahulu,” terang Taufik. (sdh/sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here