Home TANGERANG HUB Peringati HAN, ABK Butuh Perhatian

Peringati HAN, ABK Butuh Perhatian

0
SHARE
Peringati HAN, ABK Butuh Perhatian
TERIMA BANTUAN: Wakil Bupati Tangerang Mad Romli (kiri), menerima bantuan csr untuk kebutuhan anak berkebutuhan khusus. FOTO: Humas Pemkab Tangerang for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Pemkab Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), memberikan bantuan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).

Bantuan ini diberikan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) berupa perlengkapan sekolah, sepatu, buku tulis, kursi roda, kacamatan, sembako, dan bantuan sosial lainnya. “Semoga pemberian ini bisa bermanfaat terhadap penerima,” ujar Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, dalam sambutan peringatan anak di Aula DP3A Kabupaten Tangerang, Kamis (23/7).

Mad Romli menambahkan, perihal minimnya bantuan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang hendak mengenyam pendidikan, akan menjadi evaluasi Pemkab Tangerang. Kata Mad Romli, pihaknya akan mengiventarisir ABK yang belum tersentuh bantuan. Adapun, untuk sekolah eksekusi masih dalam proses pembahasan.

“Pada Peringatan Hari Anak ini, kami berharap angka kekerasan anak di Kabupaten Tangerang dari tahun 2020 ke 2021 dapat berkurang minimal 10 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Berkebutuhan Khusus (SKh) Negeri 01 Kabupaten Tangerang, Ngatini memaparkan, Setiap anak diciptakan unik, istimewa, serta memiliki potensi terpendam yang perlu digali.

Tak terkecuali anak-anak autis. Anak-anak berkebutuhan khusus selalu menyimpan kelebihan, bakat dibalik segala kekurangannya. Peran orangtua penting dalam menggali dan memfasilitasinya.

Kata Ngatini, orang disekitar anak berkebutuhan khusus harus sadar terhadap kebutuhan tersebut. Terlebih lagi orang tua diharapkan bisa menjadi pendamping yang dibutuhkan mereka.

Termasuk para saudara hingga masyarakat di sekitar lingkungan mereka disarankan memberikan perhatian lebih kepada mereka. Perhatian itu bisa dimulai dari memahami kebutuhan, potensi, hingga minat yang disenangi.

“Orang-orang disekitarnya yang harus bisa menyesuaikan. Mood anak-anak berkebutuhan khusus bisa berubah-ubah, kita yang harus menyesuaikan akan mereka tetap nyaman dan bisa berbaur dengan orang-orang normal,” katanya.

Menurutnya, anak-anak tersebut akan memperhatikan kita apabila kita sudah mengerti kebutuhan mereka. Artinya kedua pihak harus sama-sama saling memberikan pemahaman dan beradaptasi. Tetapi yang perlu dipahami kita sebagai orang tua yang harus menyesuaikan dengan kebutuhan mereka, bukan sebaliknya.

Ia berharap siswa berkebutuhan khusus mendapat perlakukan yang sama dengan siswa normal lainnya. Terutama dari pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang. Sehingga anak-anak ini memeliki kesempatan yang sama layaknya anak-anak Kabupaten Tangerang lainnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here