Home BANTEN Seba Badui, Masuk Nominasi API

Seba Badui, Masuk Nominasi API

0
SHARE

LEBAK-Pemkab Lebak mendukung dan mengapresiasi masuknya tradisi dan budaya Seba Badui dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 kategori Festival Pariwisata Terpopuler.

Kepala Dinas Pariwisata Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan, tradisi Seba Badui yang dilakukan masyarakat adat Badui yang menetap di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar tersebut akan bersaing dengan festival lain dari berbagai daerah. Di antaranya Balikpapan Fest, Festival Angso Duo Kota Jambi, Festival Danau Ranau Oku Selatan, Festival Irau Malinau, Festival Pulau Senau Natuna dan festival lain.

“Semoga tradisi Seba Badui terpilih menjadi festival pariwisata terpopuler. Apalagi setiap acara selalu dikunjungi ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri” kata Imam, kepada Banten Ekspres, Minggu (2/8). Selain Seba Badui kata Imam, di kategori Promosi Digital Pariwisata Terpopuler, promosi yang dilakukan Pemkab Lebak juga masuk dalam nominasi.

“LebakUnique.id akan bersaing dengan promosi digital daerah lain seperti banjarmasintourism.com, @PromosiPariwisataKlungkung, VisitingJogja.com dan promosi lainnya dari berbagai daerah,” ujarnya.

Menurut Imam, API merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia. Disamping itu penyelenggaraan API juga bertujuan untuk mendorong peran serta berbagai pihak, baik masyarakat, pihak industri/swasta maupaun pemerintahan untuk ikut serta memajukan pariwisata di daerahnya sendiri.

“API tahun 2019 lalu yang masuk nominasi bidang kuliner, yakni kuliner gula aren asli Lebak. Semoga langkah promosi yang dilakukan Pemkab Lebak selama ini mendapatkan hasil yang baik,” papar Imam.

Seba Badui adalah acara adat yang sudah dilakukan masyarakat Badui ratusan tahun lalu. Ribuan Warga Badui mendatangi penguasa wilayah, Bupati Lebak dan Gubernur Banten yang mereka sebut sebagai ‘Bapak Gede’. Sebelum menggelar Seba, mereka melakoni ritual Kawalu selama tiga bulan. Selama ritual ini, mereka menutup diri. Tidak boleh ada warga yang boleh masuk ke wilayah Badui. Saat Seba, mereka membawa hasil bumi dan diserahkan kepada Bapak Gede, sebagai wujud kesetiaan dan dukungan kepada pemimpin. Dalam Seba Badui, masyarakat menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan. Sebab, masyarakat Baduy tinggal di kawasan hutan Gunung Kendeng. Kelestarian kawasan ini perlu dijaga agar tidak menimbulkan bencana alam. (mg-5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here