Home TANGERANG HUB Benahi Pesisir Pantai Utara, Kementerian PUPR Kunjungi Ketapang Urban Akuakultur

Benahi Pesisir Pantai Utara, Kementerian PUPR Kunjungi Ketapang Urban Akuakultur

0
SHARE
Benahi Pesisir Pantai Utara, Kementerian PUPR Kunjungi Ketapang Urban Akuakultur
LEPAS BENIH: Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar (jongkok tengah), mendampingi Kepala Pusat FID, Kementerian PUPR melakukan pelepasan benur udang Vaname di tambak Dinas Perikanan, di Ketapang Urban Akuakultur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/8). FOTO: Humas Kabupaten Tangerang for Tangerang Ekspres

MAUK — Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar dan tim dari Kementerian PUPR melakukan pelepasan benur udang Vaname di tambak Dinas Perikanan, di Ketapang Urban Akuakultur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/8).

Pelepasan benur udang ini, dalam rangka survei lokasi usulan alokasi DAK integrasi bidang air minum, sanitasi, dan perumahan yang akan dibangun pada tahun anggaran 2021 dikawasan tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Jaenudin memaparkan, budidaya udang Vaname di Ketapang Mauk memasuki siklus ketiga, dengan padat tebar 70 ekor per meter persegi, dengan rata-rata panen satu sampai satu setengah ton per petak 1.000 meter persegi. Ini membuktikan bahwa mangrove yang ada di Ketapang Urban Akuakultur, mampu meningkatkan produktivitas tambak udang.

Lebih lanjut Jaenudin menjelaskan, Ketapang Urban Akuakultur mulai ditanam Mangrove secara bertahap sejak 2016, dengan total 200 ribu batang mangrove yang memiliki luas 14, 5 hektar.

“Terdapat sembilan spesies mangrove di Ketapang Urban Akuakultur, diantaranya rhizopora stilosa, rhizopora mucronata, avicennia marina, avicennia alba, sonneratia alba, bruguiera cylindrica, bruguiera gymnoriza, ceriop tagal dan xylocarpus granatum,” tegas Jaenudin.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan, secara keseluruhan Ketapang Urban Akuakultur, pembangunannya kemungkinan baru diangka 40 persen. Lebih banyak nanti penataan kawasan pemukiman setelah penataan kawasan wisatanya.

“Mudah-mudahan kawasan wisata ini, menjadi destinasi yang memiliki potensi untuk unit-unit usaha UMKM masyarakat sekitar. Tentunya berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar,” kata Zaki.

Kata Zaki,  kawasan Ketapang ini akan dibuka untuk masyarakat umum saat pendemi Covid-19 benar-benar berakhir. Ia berharap, tambak di sini dijadikan contoh oleh masyarakat, betapa penting fungsi mangrove bagi lingkungan dan kegiatan ekonomi sektor perikanan.

Zaki melanjutkan, peninjauan kawasan wisata ini merupakan program DAK (Dana Alokasi Khusus) dari Kementerian PUPR pada 2021, terutama untuk pembangunan kawasan pemukiman setelah terbangunnya kawasan hutan mangrove dan kawasan pembibitan ikan dan udang, target pada 2021adalah menyelesaikan rumah deret.

“Penataan kawasan pemukiman masyarakat di Ketapang 2021 sudah selesai, pada 2022 penyempurnaan dan 2022 akhir lokasi ini akan menjadi tempat kunjungan dari peserta PEMSEA (Partnerships in Environmental Management for The Seas of East Asia) atau Organisasi Kemitraan Pengelolaan Laut dan Pesisir Negara Negara di Asia Timur. Semoga kolaborasi antara kementerian, provinsi dan Kabupaten Tangerang Tangerang bisa membangun kawasan Ketapang dengan terintegrasi,” harapnya.

Sementara itu, Riono Suprapto, Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (FID) Kementerian PUPR mengungkapkan, Kementerian PUPR mendukung program ini, serta akan mengintegrasikan program dengan baik, untuk penganggarannya dari pusat maupun DAK terintegrasi, juga dari dana provinsi dan kabupaten.

“Dukungan kami konkretnya membangun rumah untuk masyarakat yang akan diremajakan dalam bentuk konsolidasi, yang kedua adalah dukungan air minum untuk masyarakat di Ketapang, selain itu juga dilengkapi dengan sanitasi dan jalan lingkungan perumahan,” ungkapnya. (rls/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here