Home TANGERANG HUB Pemimpin Diuji Ditengah Pandemi

Pemimpin Diuji Ditengah Pandemi

0
SHARE
Pemimpinan Diuji Ditengah Pandemi
WEBINAR: Ketua Harian MIPI Komisariat UNPRI, Soma Atmaja (kanan) mengikuti gelaran Webinar kepemimpinan pemerintah Indonesia di era pandemi Covid-19 di Ruang Cituis, Rabu (25/8). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Pengurus masyarakat ilmu pemerintahan (MIPI) Komisariat Universitas Paramitha, menggelar seminar oline perih kepemimpinan. Turut hadir menjadi pembicara yakni, Professor Ryaas Rasyied, Professor Effendi Gazali, Fahmi Lukman dan Professor Suteki dimana seminar dimoderatori Bahrudin Tahir. Pada acara tersebut, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menjadi keynote speech, Rabu (26/8).

Professor Ryaas Rasyied mengatakan, belum adanya penanganan yang serius atas wabah Covid-19 dari pemerintah pusat. Menurutnya, hal tersebut memperburuk keadaan sehingga membawa masyarakat dalam kondisi yang serba terhimpit.

“Buruk, buruk sekali keadaan kita. Apalagi dampak ekonomi, sosial sudah sangat jelas. Kalau bukan karena pertolongan Tuhan dengan menghadirkan orang yang sungguh-sungguh maka akan menjadi malapetaka,” katanya kepada awak media usai webinar di Aula Cituis, Puspemkab Tangerang.

Rasyied menerangkan, kondisi akibat dampak pandemi Corona diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang kurang disiplin. Menurutnya, pada saat pandemi corona kepemimpinan serta masyarakat diuji agar dapat dengan segera bisa secepat mungkin menyelesaikannya.

“Dua-duanya diuji di tengah pendemi. Tetapi utamanya kepemimpinan karena dalam dunia modern yang paling bertanggungjawab adalah pemerintah. Jadi harus tidak tidur dan monitor siang malam itu adalah pemerintah. Termasuk menggalang kekuatan dari segala penjuru adalah pemerintah. Mestinya pemerintah pusat yang memberikan contoh kepada pemerintah daerah dalam hal ini,” ujarnya.

Ia menerangkan, pentingnya delegasi dari pemerintah pusat ke daerah untuk bersama-sama menyelesaikan masalah pandemi covid. Rasyied menyayangkan delegasai dari pemerintah pusat ke daerah yang tidak jelas fungsi serta tugasnya.

“Dahulu DKI Jakarta ingin mengambil kebijakan lockdown itu dilarang pemerintah pusat. Harusnya jelas saja pembagian tugasnya. Pemerintah daerah terbatas, mampunya apa, maksimalkan di situ, pusat bisa apa, maksimalkan juga. Jangan sampai pusat menjegal apa yang diputuskan dijegal oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

“Sekarang ini perjelas dahulu apa sebenarnya prioritasnya. Kalau menurut saya, prioritasnya adalah sebanyak mungkin mendeteksi orang yang terpapar dan memetakan persebarannya. Itu sebagai solusinya. Kalau rumah sakit dan sarana kesehatan lain sudah maksimal bekerja. Hanya deteksi sosialnya saja ini. Penambahan terjadi karena tidak disiplin,” tambahnya.

Sementara, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, situasi pandemi Covid-19 menjadi hal yang baru dihadapi serta dialami oleh seluruh pemerintah di dunia.

“Semoga dengan adanya seminar ini, kita mendapat ilmu serta pengetahuan baru dari narasumber bagaimana solusi dapat dihadirkan untuk menghadapi pendemi ini. Semua pemimpin di dunia mengadapi dengan cara yang berbeda-beda tetapi satu tujuan yakni menyejahterakan masyarakat di tengah pandemi,” pungkasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here