Home PENDIDIKAN Guru Darussalam Badak Anom Santuni Yatim

Guru Darussalam Badak Anom Santuni Yatim

0
SHARE
Guru Darussalam Badak Anom Santuni Yatim
BERIKAN SANTUNAN: Kepala MTs Darussalam Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Tarmudi (kiri), memberikan santunan kepada anak yatim piatu di lingkungan Sekolah Darussalam Badak Anom, kemarin. FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

SINDANG JAYA – – Sebanyak 50 anak yatim piatu dari lingkungan Sekolah Darussalam Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang mendapatkan santunan dari para guru di sekolah tersebut.

Pemberian santunan tersebut merupakan kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan oleh para guru-guru, sebagai bentuk kepedulian kepada anak yatim dan menebarkan syiar Islam menyambut tahun baru Islam.

Kepala MTs Darussalam Badak Anom, Tarmudi menjelaskan, bangga dengan adanya inisiatif para para guru yang menyantuni anak yatim di lingkungan sekolah. Ada sebanyak 50 anak yatim yang disantuni mereka berasal dari masyarakat yang tak mampu di lingkungan sekolah yang menaungi MI Darussalam Badak Anom, MTs Darussalam Badak Anom dan juga SMA Darussalam Badak Anom.

“Alhamdulillah terkumpul bantuan untuk anak yatim piatu berupa uang dan bingkisan. Bantuan ini bersumber dari infak dan sodakoh para guru, kegiatan amal ini dilakukan setiap tahunnya untuk memuliakan anak yatim piatu,” tutur Tarmudi.

Dijelaskannya, melalui santunan anak yatim piatu, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk anak yatim piatu.

“Santunan ini memiliki nilai positif untuk membangun pendidikan karakter. Sehingga saya mengajak para guru untuk melangkah bersama saling berbagi dan semoga mereka bisa ikut membangun bangsa kedepan,” jelasnya.

Menurutnya dengan pembiasaan berbagi di kalangan para siswa ini dijadikan sebagai bentuk kepedulian sebagai umat Islam. Diakuinya para siswa sebagai generasi milenial harus memiliki inovasi dan dengan bekal akidah bisa memperjuangkan islam yang baik dan rahmatan lil alamin.

“Siswa diajak sodakoh kepada lingkungan sekitar masyarakat ini, demi membangun rasa kepedulian dan kebersamaan dengan anak yatim sejak dini. Seperti contohnya kita merasa iba melihat mereka, ada anak yang ditinggal yang ditinggal kedua orang tuanya saat usia dua bulan, dan diharapkan rasa kepeduliaan bisa terus dibangun,” tukasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here