Home TANGERANG HUB ‘Kalau Isolasi Mandiri Cuek-Cuek Saja’, Walikota Ingin Ada Aturan Larangan Isolasi...

‘Kalau Isolasi Mandiri Cuek-Cuek Saja’, Walikota Ingin Ada Aturan Larangan Isolasi Mandiri

0
SHARE
'Kalau Isolasi Mandiri Cuek-Cuek Saja' Walikota Ingin Ada AturanĀ  Larangan Isolasi Mandiri
Arief R Wismansyah, Walikota Tangerang

KOTA TANGERANG-Pemkot Tangerang menginginkan adanya larangan isolasi mandiri di rumah, untuk pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Pasalnya, OTG menjadi penyumbang terbesar jumlah kasus Covid-19. Untuk itu, larangan isolasi mandiri dari pemerintah pusat harus diterapkan. Agar tidak menjadi klaster keluarga.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, adanya larangan soal pelaksanaan isolasi mandiri di rumah untuk pasien OTG harus ada. Seperti Pemprov DKI Jakarta sudah membuat peraturan yang mengatur larangan isolasi mandiri di rumah.

“Inginnya sih (ada larangan). Makanya dapat berita pemerintah pusat mau meng-cover biaya hotel yang untuk isolasi OTG. Ini kita coba jajaki,”ujarnya saat di temui Tangerang Ekspres di Puspemkot, Selasa (15/9).

Arief menambahkan, munculnya ide larangan isolasi mandiri di rumah, karena munculnya fenomena pasien OTG yang suka nekat berkeliaran saat karantina. Ia berencana, untuk mengisolasi pasien OTG selama 5-7 hari untuk beradaptasi sementara sebagai pasien OTG. “Kita lagi mikirin. Mungkin mereka diisolasi selama lima hari sampai seminggu. Artinya mereka perlu beradaptasi dengan hal-hal yang mereka lakukan selama mereka terpapar,”paparnya.

Ia menjelaskan, nantinya setelah satu pekan, pasien OTG diperbolehkan pulang ke rumah untuk melanjutkan karantina secara mandiri.

“Jadi kalau lima sampai tujuh hari isolasi di tempat khusus, baru bisa isolasi mandiri di rumah. Karena khawatir mereka yang positif langsung isolasi mandiri di rumah, cuek-cuek saja,”ungkapnya.

Padahal, kata Arief, sampai detik ini ruang perawatan atau tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kota Tangerang sudah hampir penuh. Sudah 70 persen dari kapasitas terisi penuh oleh pasien Covid-19. “Sekarang yang terisi sudah 70 persen, jadi ruang isolasi itu 437 tempat tidur. Kemarin kita sudah berbicara dengan rumah sakit sedang diinfentarisir lagi, mungkin ada penambahan 150 tempat tidur lagi,” tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here