Home TANGERANG HUB 23 ASN Pemkab Tangerang Positif Covid-19

23 ASN Pemkab Tangerang Positif Covid-19

0
SHARE
23 ASN Pemkab Tangerang Positif Covid-19
Mobil ambulans di rumah singgah Hotel Yasmin di Binong, Curug, berjajar membawa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status OTG untuk menjalani isolasi.

TIGARAKSA-Penyebaran Covid-19 sudah masuk gedung pemerintahan maupun fasilitas kesehatan. Aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Tangerang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlahnya, 23 orang. Mereka ada yang tertular dari luar, maupun termasuk dalam kluster perkantoran.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengatakan, pegawai honorer maupun pegawai negeri sipil (PNS) diketahui awal terjangkit virus corona dari hasil rapid tes yang reaktif.
Kemudian, setelah dilakukan swab tes hasilnya positif.

“Jumlah pastinya kalau PNS yang sudah di swab maupun di rapid tidak ingat. Kita sudah keliling semua kantor di pemkab. Ada yang positif. Dahulu pegawai Bapenda sekarang kecamatan. Jumlah ASN termasuk yang ada di semua puskesmas yang terkonfirmasi positif sekira 23 orang. Rata-rata berstatus orang tanpa gejala (OTG). Tetapi ada yang bergejala. Jumlah yang dirawat karena positif 5 orang,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat dihubungi, Rabu (23/9).

Hendra menuturkan, rapid tes dilakukan rutin setiap awal bulan kepada seluruh ASN. Apabila hasilnya non-reaktif, maka tidak dilanjutkan ke swab tes. Namun jika hasilnya reaktif langsung swab tes. Hal tersebut merupakan kebijakan dari gugus tugas untuk mengetahui tingkat persebaran virus Corona di tingkat pemerintahan.

“Sebagian sudah diswab. Kita tidak swab semuanya. Caranya kita lakukan rapid tes semuanya. Apabila hasilnya reaktif maka kita lakukan swab tes. Rata-rata yang tanpa gejala isolasi mandiri di rumah. Ada juga dahulu yang di Griya Anabatic. Namun yang terbaru itu pejabat kecamatan yang diisolasi di RSU Kabupaten Tangerang. Untuk yang diisolasi di rumah singgah Yasmin saya belum mendapat laporannya,” jelasnya.

Hendra menjelaskan, rata-rata kasus bukan termasuk klaster kantor. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan tracing dan swab tes terhadap orang yang dianggap memiliki kontak erat dengan pasien positif. Ia mengungkapkan, kasus terkonfirmasi positif ASN didominasi terjangkit dari luar kantor.

“Karena kalau masuk klaster kantor itu kan pasti ada yang ikut positif setelah dilakukan tracing. Jadi kalau satu orang terkena, maka akan menulari ke yang lain. Ini tidak. Kebanyakan tertular di luar. Seperti pejabat kecamatan yang tertular dari luar,” terangnya.

Hendra tidak tahu pasti, berapa jumlah klaster perkantoran. “Kemungkinan puluhan. Nanti pastinya saya periksa datanya” ungkapnya.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 1.323 orang.Di mana 88 orang diantaranya masih dirawat dan 138 menjalani isolasi. Adapun jumlah positif yang sembuh mencapai 1.061 orang dan 36 orang meninggal dunia. Sebaran kasus tertinggi di tiga kecamatan yakni Curug 53 orang, Kelapa Dua ada 53 orang dan Pasarkemis 24 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran, layanan tatap muka diperketat. Bahkan beberapa dinas menerapkan pelayanan tanpa tatap muka. Melainkan berbasis online. “Saya kemarin sudah ke disdukcapil untuk pengetatan penerapan protokol kesehatan. Saya sarankan untuk tidak banyak menerima pelayanan secara tatap muka,” kata Hendra.

“Arahan pak sekda, apabila ada yang positif, kantor tutup selama tiga hari. Kemudian dilakukan penyemprotan selama tiga hari. Dari sisi kesehatan dilakukan tracing. Kalau ada satu bidang yang positif maka kita lakukan tes orang di kantor itu. Bisa 10 sampai 15 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien,” lanjutnya.

Hendra juga mengakui, masih banyaknya pegawai pemkab yang takut akan swab tes. “Ke saya juga sering WA, bilang bahwa takut di swab. Itu kan faktor pisikolgis dan sebenarnya secara pengetahuan mereka tahu. Hanya saja pikirannya takut di swab,” ungkapnya.

Menurut Hendra, penularan tidak bisa melalui say hello (salam covid). Ia menjelaskan, ada dua cara penularan virus Corona yaitu melalui kontak erat dan droplet atau muncratan air liur yang keluar karena batuk atau bersin.

“Apabila kita mengobrol dengan orang yang terjangkit tanpa menggunakan masker dan jarak dekat maka itu kemungkinan kita tertularnya besar. Tetapi kalau kita memakai masker itu risikonya kecil. Karena itu, disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak pentingnya di situ. Termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here