Home TANGERANG HUB Ben Tak Kenal Jari 98

Ben Tak Kenal Jari 98

0
SHARE
Ben Tak Kenal Jari 98
Calon Walikota Benyamin Davnie (berdiri) saat kampanye bertemu warga Jalan Haka, Kampung Kademangan RT 3/1, Kademangan, Setu, kemarin. FOTO: Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres

SERPONG-Video bagi-bagi uang yang diduga dilakukan oleh ketua presiduim Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari) 98 Willy Prakarsa viral. Ia membagikan uang Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu kepada warga. Aksi membagikan uang dilakukan di hari pertama masa kampanye Pilkada Kota Tangsel. Ia juga menyatakan mendukung salah satu pasangan calon (paslon).

Pembagian uang itu dilakukan di Lapangan Ciater Serpong. Namun, dalam video tersebut Willy membantah aksi bagi-bagi uang tersebut untuk kepentingan politik mendukung salah satu paslon. Ia mengatakan mengumpulkan warga itu untuk mengajak warga mematuhi protokol kesehatan. Warga yang berkumpul adalah keluarga besar Jari ’98.

“Jadi nggak ada yang namanya nyawer (bagi-bagi uang) untuk kepentingan politik. Kita nyawer bukan pada saat ini (pilkada) doang, kita ngumpul selalu nyawer,” ujarnya.
Willy juga mengatakan Jari 98 di Kota Tangsel itu mendukung paslon nomor urut 3, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Tapi soal saweran uang itu tidak untuk kepentingan pilkada.

Terkait video yang beredar tersebut, Calon Walikota Tangsel nomor urut tiga, Benyamin Davnie mengaku tidak kenal dengan orang yang membagi-bagikan uang dalam video tersebut. “Saya gak kenal sama orang yang bagi-bagi duit yang ada di video tersebut,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (29/9).

Pak Ben (panggilan Benyamin Davnie) mengaku, bila Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel memanggilnya maka siap diperiksa. “Sampai saat ini tidak ada pemanggilan dari Bawaslu terkait video bagi-bagi duit ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep mengaku akan menyelidiki dugaan pelanggaran pembagian uang dan pelanggaran protokol kesehatan oleh Jadi 98. Bawaslu juga siap memberikan sanksi apabila kegiatan yang dilakukan ormas melanggar UU Pilkada.

“Baru kita pelajari videonya, yang jelas dari youtube tersebut kita melihat ada dugaan terhadap pelanggaran UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 pasal 187a,” katanya.

Ben kemarin menggelar kampanye dengan mendatangi rumah di Jalan Haka, Kampung Kademangan RT 3/1, Kademangan, Setu.

Rumah tersebut miliki H. Kotib. Ben datang tanpa didampingi pasangannya, Pilar Saga Ichsan.

Ia menyampaikan agar pada 9 Desember mendatang masyarakat datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya. “Mudah-mudahan di tengah pandemi Covid-19 masyarakat tetap datang ke TPS dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (29/9).

Masih menurutnya, masyarakat diharapkan dapat menyukseskan pilkada 9 Desember mendatang karena, Kota Tangsel membutuhkan pemimpin. Pasalnya, kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan dirinya akan berakhir pada 21 April tahun depan.

“Kalau pilkada ditunda lagi, maka kewenangan Walikota Tangsel sementara terbatas. Jadi tidak bisa memutuskan kewenangan yang urgent,” tambahnya.

Pria yang saat ini menjabat Wakil Walikota Tangsel ini mengungkapkan, jika dirinya diamanatkan menjadi walikota, akan dijalankan dengan amanah.

Menurutnya, hari ini (kemarin) ia kampanye di rumah kader dan dihadiri 30 orang dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Saya sampaikan visi dan misi dan mengajak masyarakat datang ke TPS dan pilih nomor tiga,” ungkapnya.

Ben mengaku, kampanye di massa pandemi Covid-19 sebenarnya kurang meriah. Tapi, ia harus patuhi protokol kesehatan. Meskipun jumlah peserta kampanye terbatas, namun tetap bisa menyampaikan program kerja ke depan.

“Pada pilkada nanti saya targetkan mendapat suara 50 persen lebih dari jumlah pemilih yang menggunakan haknya di TPS. Sebanyak 50 persen ini diasumsikan yang menggunakan suara 60-70 persen dari sekitar 1.040.000 pemilih,” ungkapnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here