Home TANGERANG HUB Isolasi di Hotel Yasmin, Banyak Pasien yang Sembuh

Isolasi di Hotel Yasmin, Banyak Pasien yang Sembuh

0
SHARE
Isolasi di Hotel Yasmin, Banyak Pasien yang Sembuh
Pasien yang diisolasi di Hotel Yasmin banyak yang sembuh.

CURUG-Pasien yang menjalani isolasi di rumah singgah Hotel Yasmin milik Pemkab Tangerang mulai menurun. Banyak yang sudah sembuh. Dari 126 orang, sembuh 25 orang dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Sebelumnya, semua kamar yang berjumlah 240 unit sudah terisi sekira 80 persen. Namun, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menunjukan pengurangan jumlah pasien yang dirawat di Hotel Yasmin yang berada di Binong, Kecamatan Curug itu.

Penanggungjawab Rumah Singgah Hotel Yasmin, dr. Achman Muchlis mengatakan, total keseluruhan pasien yang dirawat sebanyak 126 orang dan sebanyak 25 orang dinyatakan sehat dan boleh kembali ke rumah. Ia menuturkan, tidak ada swab tes ulang sebelum pasien diperbolehkan pulang. Sebab sudah terjadi perubahan standar operasional prosedur (SOP) sesuai peranturan menteri kesehatan.

“Ada klaster keluarga juga yang dirawat yang jumlahnya mencapai 40 orang. Pasien hanya menjalani isolasi sebanyak 10 hari. Setelahnya boleh pulang. Sesuai pedoman yang sekarang yaitu tidak ada swab ulang dan mengikuti pedoman sesuai Permenkes. Kita tahu boleh pulang karena tidak ada gejala,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (29/9).

Usai pasien pulang, Muchlis menjelaskan tenaga medis akan melakukan sterilisasi ruangan.

Adapun kamar diperbolehkan dipakai apabila telah melewati 48 jam. Ia menerangkan, metode yang dipakai yakni menggunakan dry mist dan disinfektan permukaan. Adapun tekanakan negatif terbatas pada ruangan isolasi hanya dimungkinkan dilakukan di rumah sakit.

Diketahui, metode dry mist atau biasa disebut fumigasi merupakan cara yang umum diterapkan dalam sanitasi rumah sakit maupun industri farmasi lainnya. Metode ini dibagi menjadi dua jenis, yakni heat process dan cold process. Selain itu, ada praktik fumigasi yang dilaksanakan memakai suhu kamar dengan menerapkan tekanan terhadap campuran zat kimia dengan udara dan mengontrolnya memakai kelembapan ruangan.

Adapun, disinfeksi permukaan adalah proses pengurangan jumlah mikroorganisme pada permukaan yang terindikasi terkontaminasi.

Disinfeksi permukaan dilakukan pada lantai, dinding, meja, kursi, lemari, perabot rumah tangga. Termasuk pada benda yang paling sering bersentuhan dengan tangan seperti pegangan tangga, gagang pintu, gagang telepon, workstation, peralatan dapur dan makan, toilet dan westafel.

“Ada SOP untuk sterilisasi ruangan setelah pasien pulang dan baru bisa dipakai 48 jam kemudian. Jadi ruangan dipastikan aman dari virus setelah pasien yang sembuh pulang dan bisa dipakai kembali untuk isolasi,” katanya.

Ia mempaparkan, memiliki 8 dokter yang dibagi dalam tiga shift. Juga ada perawat mencapai 16 orang. Tenaga kesehatan lainnya seperti ahli gizi, farmasi, sanitarian, sprayer disinfektan, sopir ambulans dengan jumlah masing-masing sebanyak dua orang. Ada juga personel TNI 4 orang, polisi 4 orang dan Satpol PP 4 orang. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here