Home TANGERANG HUB Berubah Perilaku Sejak Kenal YouTube, Meyakini Membunuh Ibu Kandungnya Halal

Berubah Perilaku Sejak Kenal YouTube, Meyakini Membunuh Ibu Kandungnya Halal

0
SHARE
Berubah Perilaku Sejak Kenal YouTube Meyakini Membunuh Ibu Kandungnya Halal
Polisi dan anggota Koramil berjaga di sekitar Musala Darusalam, Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, kemarin.

PASAR KEMIS-Warga Perumahan Vila Tangerang Elok, RT 05/08, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terkejut. Tak menyangka, ternyata yang mencorat-coret musala dan merobek Alquran, adalah Satrio Katon Nugroho. Pemuda 18 tahun itu, tinggal tak jauh dari Musala Darusalam di kompleks itu. Karjono, ayah Satrio, lebih terkejut lagi. Putra keduanya itu berani berbuat seperti itu. Perasaan Karjono campur aduk.

“Saya terkejut, kaget, heran, tak percaya dan sedih. Satrio sampai melakukan hal seperti itu,” kata Karjono ditemui Tangerang Ekspres di rumahnya, Rabu (30/9). Mahasiswa semester 1 jurusan psikologi di perguruan tinggi swasta di Jakarta itu, akhirnya dijemput polisi dan ditahan di Mapolresta Tangerang, Selasa (29/9) malam.

Bahkan, lanjutnya, beberapa hari sebelum aksi mencorat-coret dinding musala dengan kata-kata bernuansa anti islam, Satrio bertingkah tak lazim. Di mata ayahnya, ia anak yang pendiam. Tetapi, sejak tiga bulan terakhir berubah menjadi tempramental. Sering marah-marah. Beberapa hari sebelum peristiwa vandalisme di musala, Satrio tiba-tiba memarahi ibunya. Bahkan sempat mencekiknya. Beruntung dapat dilerai Karjono.

“Satrio bilang halal kalau ngebunuh ibu kandung. Satrio ngaku hal itu mengamalkan apa yang dia pelajari dari beberapa video yang ada di YouTube,” tutur Karjono, di kediamannya yang berjarak hanya enam rumah dari Musala Darussalam, Perumahan Vila Tangerang Elok.

Karjono tidak memahami penyebab perubahan perilaku anaknya, sejak tiga bulan ke belakang. Sejak peristiwa mencekiknya ibunya itu, Karjono melarang Satrio keluar rumah.

Padahal sebelum mengalami perubahan perilaku, anaknya taat beribadah. Diantaranya, taat menjalankan solat lima waktu dan puasa Senin-Kamis. Bahkan ketika salat, anaknya lebih sering salat berjamaah di musala Darusalam, dibandingkan di rumahnya. “Musalanya tempat Satrio salat, ya musala yang dicorat-coret Satrio itu,” tuturnya.

Karjono menambahkan, Satrio adalah anak kedua dari dua bersaudara. “Kalau abangnya Satrio, berbeda usia sekitar 10 tahun dari Satrio, sebagai anggota polisi di Polda Metro Jaya,” ucapnya, seraya menyebutkan anak pertamanya itu juga terkejut mendengar aksi yang dilakukan Satrio.

Sementara itu, salah seorang tetangga Karjono, Imam (45) mengatakan, mengenal Satrio sejak masih kecil. “Saya kenal Satrio dari dia masih SD,” kata Imam, yang tinggal persis di depan rumah Satrio. Ia mengaku heran dengan perubahan perilaku temannya itu. “Hari itu, saya pulang malam dari Karawaci, kaget udah rame-rame di rumah Satrio,” tuturnya.

Imam menyebutkan, selama ini, Satrio dikenal sebagai anak yang baik dan taat beribadah. Namun perilaku Satrio berubah sejak tiga bulan lalu. Atau sejak, terjatuh dari sepeda motor. Ia menderita luka serius di bagian kepala.

“Bahkan setelah berubah perilaku, Satrio pernah mukul ojek online (ojol) yang menolongnya saat jatuh dari motor di jalan. Tapi persoalan pada waktu itu diselesaikan secara musyawarah,” kenangnya.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan banyaknya coretan di Musala Darusalam, Perumahan Vila Tangerang Elok, RT 05/08, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Selasa (29/9). Coretan yang menggunakan cat semprot warna hitam ini bertuliskan kalimat antara lain “Saya kafir, anti Islam, anti khilafah”. Bahkan pelaku merobak-robek Alquran di musala tersebut.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam konferensi pers kemarin, menerangkan sudah memeriksa Satrio. Dalam pemeriksaan, pemuda itu mengakui perbuatannya. Telah mencorat-coret dinding musala dengan cat semprot dan merusak Alquran serta sajadah yang ada di dalam musala. “Yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan mengaku mendapat pembelajaran dari video YouTube. Sehingga berani melakukan aksi corat-coret dan melakukan perusakan barang-barang di musala. Kita sedang lakukan penyidikan dan pengembangan terhadap kasus ini,” kata Ade di Mapolresta Tangerang, Rabu (30/9). (zky/sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here