Home TANGERANG HUB Depresi Dipotong Gaji, Gantung Diri di Jambe

Depresi Dipotong Gaji, Gantung Diri di Jambe

0
SHARE
Depresi Dipotong Gaji, Gantung Diri di Jambe
TAKZIYAH: Tetangga dan keluarga terdekat melayat ke rumah WS yang meninggal akibat gantung diri di Kecamatan Jambe, Kamis (15/10). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

JAMBE – Warga Kampung Barat RT08/04, Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang dibuat geger pada pagi buta pukul 05.30 WIB, Kamis (15/10). Pria berinisial WS berusia 37 tahun yang dikenal memiliki perangai baik mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon nangka tidak jauh dari rumahnya.

Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa Iptu Edi Sumantri mengatakan, korban merupakan seorang karyawan swasta di salah satu pabrik di Kawasan Industri Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Ia menerangkan, WS sudah berkeluarga dan sudah memiliku dua orang anak.

Edi menerangkan, korban diduga mengalami depresi sehingga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Ia mengungkapkan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan luka akibat benda tumpul atau tajam. Pada bagian bokong ditemukan sedikit feses dan dibagian celana depan ditemukan cairan sperma.

“Kesaksian warga setempat bahwa sebelum korban mengakhiri hidup yang bersangkutan pernah menjadi korban penipuan. Dengan kerugian uang hingga mencapai jutaan rupiah ditambah dengan adanya potongan gaji oleh perusahaan akibat dampak Covid-19. Sehingga korban depresi dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” jelasnya kepada awak media, Kamis (15/10).

Edi menerangkan, mayat korban ditemukan tetangga sesuai menjalankan ibadah subuh. Lantas, saksi berteriak histeris dan membuat semua orang keluar rumah. Kematian korban diduga pada pukul 05.00 WIB ketika keadaan kampung sepi. Korban memasangkan tali plastik salah satu batang dan menggantungkan diri.

“Saksi sudah kami mintai keterangan berikut keluarga korban. Korban mengenakan baju putih merah dan celana hitam bergaris orange saat pertama kali ditemukan saksi. Tidak ada luka akibat kekerasan atau tindakan apapun yang ditemukan dan keluarga menolak dilakukan visum,” ujarnya.

Informasi yang dikumpulkan Tangerang Ekspres, sebelum mengakhiri hidup, korban adu mulut dengan adik kandung. “Kita sudah mintai keterangan keluarga. Pihak keluarga juga menolak visum. Juga tidak ada bukti kekerasan yang terjadi pada tubuh korban,” pungkas Edi. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here