Home TANGERANG HUB APBD Turun Hampir Rp 1T

APBD Turun Hampir Rp 1T

0
SHARE
APBD Pemkab Tangerang 2021 Turun Hampir Rp 1 T Defisit Rp 300 Miliar akan Ditutupi dari Silpa 2020
PARIPURNA: Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar (kiri) menyerahkan RAPBD 2021 kepada Ketua DPRD Kholid Ismail (dua dari kanan) saat rapat paripurna, Kamis (15/10). FOTO: Humas Pemkab Tangerang for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA-Tahun depan Pemkab Tangerang terlihat optimistis. Ini terlihat dari postur rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2021 yang direncanakan sebesar Rp 5,2 triliun, turun hampir Rp 1 triliun (Rp 946 miliar) dari 2020 yang mencapai Rp 6,146 triliun. Namun, untuk pendapatan diestimasikan mencapai Rp 4,96 triliun. Sehingga terjadi defisit Rp 300 miliar.

Penurunan tersebut akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor ekonomi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Taufik Emil mengatakan, pemerintah telah menyelesaikan penyusunan RAPBD 2021. Ia menuturkan, draft kebijakan umum anggaran (KUA) platform penggunaan anggaran sementara (PPAS) telah diserahkan ke DPRD pada Kamis (15/10).

Berdasar data yang dirilis Pemkab Tangerang, proyeksi anggaran belanja tidak langsung pada 2021 mencapai Rp2,34 triliun. Adapun rancangan belanja langsung sebesar Rp2,91 triliun.

Rancangan anggaran belanja tersebut dibandingkan pendapatan, mengalami defisit sebesar Rp300 miliar yang akan dibiayai dari sisa hasil penggunaan anggaran (SiLPA) 2020.

Jika dibandingkan postur APBD 2020, anggaran belanja di 2021 mengalami penurunan sebesar Rp946 miliar. Rincinya, pada belanja tidak langsung di 2021 sebesar Rp2,34 triliun dimana ada penurunan Rp417 miliar bila dibandingkan 2020 sebesar Rp2,757 triliun. Pemkab Tangerang juga menargetkan belanja langsung di 2021 sebesar Rp2,91 triliun. Angka tersebut turun Rp544 miliar dibandingkan postur 2020 sebesar Rp 3,454 triliun.

Masih dari rilis pemkab, pendapatan asli daerah (PAD) 2021 ditarget mencapai Rp2,12 triliun. Di mana mengalami penurunan Rp637 miliar dibandingkan postur 2020 yang sebesar Rp 2,757 triliun. Adapun, dana perimbangan di 2021 dicanangkan Rp1,68 triliun yang mengalami penurunan Rp400 miliar dibandingkan 2020 sebesar Rp 2,080 triliun. Sedangkan, sumber pendapatan daerah lain yang sah direncanakan pada 2021 sebesar Rp1,14 triliun yang naik Rp260,750 miliar dari 2020 yang mencapai Rp 879,25 miliar.

Taufik menyebutkan, RAPBD 2021 masih berbentuk rancangan. Ia menuturkan, draft tersebut akan segera dibahas bersama DPRD mulai awal November tahun ini. “Nanti setelah selesai paripurna RAPBD 2021 menjadi APBD 2021 ditergetkan selesai di akhir November,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here