Home BANTEN Libur Panjang Kasus Covid Naik, Perketat Prokes di Tempat Wisata

Libur Panjang Kasus Covid Naik, Perketat Prokes di Tempat Wisata

0
SHARE
Libur Panjang Kasus Covid Naik, Perketat Prokes di Tempat Wisata
Selama libur panjang pekan ini, kawasan wisata Anyer tetap dibuka. Namun, hotel dan pengelola tempat wisata wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

SERANG-Pemkab Serang melakukan upaya pecegahan penularan Covid-19 jelang hari libur panjang di tempat wisata. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang memperketat protokol kesehatan (prokes) dan melakukan pemantauan serta pengawasan di tempat wisata.

“Kita sudah mewajibkan semua tempat wisata menerapkan protokol kesehatan. Kita juga membuka semua tempat wisata dan hotel. Satuan Tugas (Satgas) juga sedang melakukan pemantauan dan melakukan penindakan serta membantu peralatan-peralatan yang dibutuhkan seperti masker dan penyemprotan desinfektan itu kita lakukan semua,” kata Kadisporapar Hamdani saat diwawancarai di kantornya, Jumat (23/10).

Hamdani mengatakan, memperketat prokes di wilayah tempat wisata dan perhotelan akan terus dilakukan. Tidak hanya hari libur akan tetapi hari-hari biasa juga akan tetap memperketat prokes. “Kita sudah sampaikan ke pihak hotel dan juga pengelola tempat wisata, kita juga sudah pantau langsung setiap hari,” ujarnya.

Ia mengakui masih banyaknya pengunjung atau wisatawan yang tidak menerapkan prokes. Khususnya masyarakat dari luar daerah. “Ini memang yang sulit, pengunjung yang di luar daerah. Kalau ditegur baru dia memakai masker. Jadi memang harus tetap diawasi,” ungkapnya. Dengan banyaknya warga yang tinggal di dekat kawasan tempat wisata, pihaknya akan tetap membuka semua tempat wisata yang ada di Kabupaten Serang. Ini dilakukan untuk tetap menjaga perekonomian warga agar tetap berjalan.

“Banyak juga masyarakat yang tinggal di dekat pantai. Mereka juga berusaha mencari nafkah di sekitar pantai. Supaya usahanya tetap berjalan, kesehatannya juga terjamin,” ujarnya. Pihaknya akan memberikan sanksi berupa teguran kepada pengelola tempat wisata dan hotel jika tidak menerapkan prokes. “Kita hanya lakukan teguran-teguran saja. Kalau mereka tidak patuh dengan itu, kita akan tutup,” lanjutnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Agus Sukmayadi mengatakan, libur panjang dikhawatirkan akan menjadi klaster baru. Serta terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Melihat dari pengalaman sebelumnya saat libur panjang bersama, kalau tidak salah itu saat Idul Adha memang terjadi peningkatan terkonfirmasi positif. Kemungkinan akan terjadi hal yang serupa,” katanya saat diwawancarai di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang.

Agus mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan liburan agar tetap melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan cara memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kita harapkan itu tidak terjadi. Kalau terjadi lonjakan kasus yang besar setelah libur panjang, ini akan menjadi kesulitan dari pelayanan kesehatan misalnya penuhnya rumah sakit, ruang isolasi dan sebagainya,” ujarnya. (mg-7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here