Home TANGERANG HUB La Nina Sampai ke Tangerang

La Nina Sampai ke Tangerang

0
SHARE
BANJIR: Curah hujan lebat yang terjadi kemarin, menggenani Jalan Raya Serang KM.12,5, tepatnya di depan PT Torabika, Kecamatan Cikupa. Arus lalu lintas macet akibat hanya sebagian jalan yang bisa dilalui, Senin (26/10). FOTO: Warga for Tangerang Ekspres.

TIGARAKSA-Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Tangerang memprediksi cuaca pada hari-hari kedepan lebih besar berpotensi hujan. Hal tersebut terpengaruh dari badai La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik. Serta sudah memasuki musim penghujan. Badai tersebut membuat intensitas hujan lebih deras dari biasanya, yang mungkin bisa mengakibatkan bencana Hidrometeorologi.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Tangerang Urip Setiyono mengatakan, curah hujan di Banten dipengaruhi badai La Nina di Pasifik. Ia menerangkan, pengaruhnya, terjadi curah hujan yang lebih deras dari biasanya. Hanya saja perlu melakukan pengukuran agar data besaran pengaruh terhadap intensitas hujan lebih akurat.

“Jadi untuk besok (hari ini) cuacanya masih signifikan untuk terjadi hujan. Adapun terkait dengan intensitas curah hujan belum bisa kami jawab. Karena itu mesti diukur berapa milimeter curah hujan yang terjadi,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat dihubungi, Senin (26/10).

Setiyono menerangkan, tentang hujan deras dan petir yang terjadi kemarin sudah diberikan peringatan dini kepada pemerintah.

Ia mengungkapkan, hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai kilat maupun petir serta angin kencang terjadi di beberapa daerah.

“Cuaca besok (hari ini), hujan sedang terjadi diperkirakan di Cisauk, Jambe, Pagedangan dan Tigaraksa sekira pukul 13.00 WIB. Kemudian, daerah hujan ringan di Balaraja, Cikupa, Cisoka, Curug, Kresek, Mauk, Panongan, Pasarkemis, Rajeg dan Sindang Jaya. Hujan terjadi diperkirakan di siang hari,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mengatakan, sudah melakukan mitigasi bencana di tiga sungai besar seperti Cisadane, Cidurian dan Cimanceuri.

Termasuk seluruh anak sungai dan kali yang memiliki keterkaitan dengan sungai besar.

“Untuk banjir sudah kita lakukan mitigasi. Hanya saja penanganannya perlu lintas sektoral. Tidak bisa semua dibebankan kepada kami karena perlu peran dan tanggung jawab serta wewenang dari dinas yang berkaitan,” katanya.

Senada, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan Heri Heryanto mengatakan, pemerintah daerah sudah menerbitkan surat edaran yang isinya mengantisipasi bencana akibat La Nina. Ia menerangkan, akan adanya peningkatan ekstrem intensitas curah hujan yang dapat mengakibatkan banjir akibat hujan lokal.

“Karena itu semua unsur, camat, kepala desa, lurah, relawan Tagana, DPBD, dinas sosial dan dinas kesehatan untuk terus melakukan koordinasi. Sehingga bisa diantisipasi dan ditangani bersama-sama. Diharapkan bencana banjir akibat kenaikan curah hujan bisa ditangani,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here