Beranda PERISTIWA Bikin Banyak Rumah Tangga Retak, Bank Keliling Dilarang Masuk Badak Anom

Bikin Banyak Rumah Tangga Retak, Bank Keliling Dilarang Masuk Badak Anom

1
BERBAGI
Baliho larangan keras kepada bank keliling, perkumpulan bank emok dan rentenir, berkeliaran di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. FOTO: Dokumentasi Pemerintah Desa Badak Anom

TANGERANG — Pemerintah Desa Badak Anom, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, melarang keras bank keliling, perkumpulan bank emok dan rentenir, masuk wilayahnya. Pelarangan ini diberlakukan lantaran akibat bank keliling, perkumpulan bank emok dan rentenir, sudah sangat meresahkan warga desa.

Jika, bank keliling, perkumpulan bank emok dan rentenir, masih berkeliaran di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, pihak pemdes akan menindak sesuai aturan yang berlaku.

Kepala Desa Badak Anom HM Sanwani mengatakan, pelarangan keras kepada bank keliling, bank emok dan rentenir, berkeliaran sudah ditulis ke dalam baliho yang dipasang di enam lokasi di desanya.

“Yakni, masing-masing satu lokasi dari setiap enam RW di desa kami,” kata HM Sanwani saat dikonfirmasi wartawan di ruangan kerjanya, Kamis (26/1).

Diungkapkan HM Sanwani, keberadaan bank keliling, perkumpulan bank emok dan rentenir, sudah sangat meresakah arga. Pasalnya, akibat bank keliling banyak kasus retaknya hubungan rumah tangga sejumlah warga di desanya.

“Sampai ada yang gadai surat kepemilikan rumah, jual tanah, berselingkuh dengan penagih utang, dan bahkan sudah sampai ada yang bercerai,” ungkap Kades yang sudah menjabat dua periode ini.

Penyebabnya, dituturkan HM Sanwani, karena mereka sudah tidak mampu membayar angsuran yang nilai pinjamannya mencapai puluhan juta rupiah.

“Awalnya, pun karena sang istri tanpa izin suami saat meminjam uang,” tambahnya.

Ditanya wartawan solusi yang diberikan kepala desa kepada warganya yang membutuhkan uang pinjaman, HM Sanwani mengatakan, dirinya akan mencarikan koperasi resmi yang memproses pinjaman dengan persyaratan yang lebih profesional.

“Dan, tentunya, dengan bunga yang rendah yang sesuai aturan pemerintah,” ucapnya.

HM Sanwani menambahkan, imbauan yang terpasang di setiap RW, juga bersifat imbauan untuk warganya. Ini dalam rangka mengingatkan agar tidak mudah meminjam uang tanpa menyadari kemampuan.

“Sebab faktanya, 1 orang ada yang sampai pinjam uang ke 10 bank keliling, perkumpulan bank emok dan rentenir atau istilah nama lainnya,” ungkap HM Sanwani.(zky)

1 KOMENTAR

  1. Tolong dong kasih solusinya,jgn asal manis dimulut,mencarikan koperasi resmi,tp sampai saat ini blom ada sama sekali.jadi dimohon untuk perangkat desa mohon kasih solusi jgn asal melarang tp ga ada solusi,hanya dimulut Doan.trimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here