Home TANGERANG HUB Posyandu di Bawah Pohon ,Peralatan Hasil Patungan Warga

Posyandu di Bawah Pohon ,Peralatan Hasil Patungan Warga

0
SHARE

 

TANGERANG –  Dinas Kesehatan harus terjun ke lapangan melihat langsung kondisi Posyandu. Terutama Posyandu yang tak memiliki gedung dengan kondisi alakadarnya tanpa peralatan yang memadai. Bahkan kader terpaksa melayani warga di alam terbuka di bawah pohon agar tidak kepanasan.

Beda halnya Posyandu yang memiliki gedung sudah dilengkapi peralatan cukup dan terbaru seperti alat tensi, timbangan, meja dan kursi.

Sejumlah posyandu yang tidak memiliki gedung memang tidak mendapatkan bantuan dari Pemkot Tangerang. Padahal kader sama-sama melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan kepada warga.

“Pemkot seolah menganaktirikan posyandu yang tidak memiliki gedung,” kata Lili Wihardoyo, warga RW 017, Kelurahan Cibodasari kepada Tangerang Ekspres, Kamis (19/10).

Ia mencontohkan, kegiatan Posyandu Flamboyan yang dilaksanakan di lingkungannya. Setiap kali akan diadakan kegiatan pelayanan kesehatan, kader dibantu warga mendirikan tenda. Agar warga tidak kepanasan dan kehujanan.

Tidak sampai di situ sebab warga masih disibukkan dengan pengadaan meja, kursi dan peralatan pendukung lainnya. “Akhirnya warga dengan sukarela, patungan membeli timbangan dan alat tensi,” terang Lili.

Termasuk menyiapkan meja dan sejumlah kursi untuk keperluan warga yang datang.  Dikatakan, di Kelurahan Cibodasari terdapat 28 posyandu. Sebanyak 8 posyandu diantaranya tidak memiliki gedung. “Nasib mereka sama dengan kami. Tidak mendapat perhatian dari pemkot,” keluhnya.

Padahal keterbatasan lahan untuk dibangun posyandu, kata Lili, jangan dijadikan alasan untuk tidak memberikan peralatan pendukung operasional. “Kepala Dinas Kesehatan, silakan mengecek langsung ke lapangan. Supaya paham kondisi sesungguhnya,” pinta Lili.

Anggota DPRD Kota Tangerang Sjaifuddin prihatin mendengar keluhan kader Posyandu yang belum mendapat bantuan pemkot. “Hal ini pernah kami sampaikan ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) terkait penyelesaiannya,” ungkap Sjaifuddin.

Ia mengaku, hingga saat ini masih menghimpun data tentang posyandu yang tidak mendapat perhatian pemkot. Untuk diketahui, di Kota Tangerang terdapat 1000 kegiatan posyandu. Sebanyak 515 aktivitas pelayanan kesehatan, masih dilaksanakan di rumah warga, tenda bahkan di bawah pohon. (tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here