Home OLAHRAGA Jelang AFF Cup 2018, Beda Suara Soal TC Timnas

Jelang AFF Cup 2018, Beda Suara Soal TC Timnas

0
SHARE
Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Febri Hariyadi (kanan) berebut bola dengan Pesepak bola Timnas U-19 Indonesia Nurhidayat Haji Haris (tengah) pada laga uji coba Timnas U-23 Indonesia melawan Timnas U-19 Indonesia di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Sabtu (24/2). Timnas U-23 Indonesia menang 5-0 atas Timnas U-19 Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz/18.

PERSOALAN lain yang kini belum terurai jelang Liga 1 bergulir yakni persiapan timnas untuk AFF Cup 2018. Sampai saat ini, PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi profesional Indonesia belum satu suara untuk kebutuhan pemusatan latihan (TC) Timnas. Jangankan untuk AFF Cup, untuk persiapan Asian Games 2018 pun demikian.

Plt Ketum PSSI, Joko Driyono menyatakan timnya masih menyesuaikan dengan PT LIB. Namun, fokus utama timnya saat ini untuk kebutuhan persiapan menuju Asian Games. Multievent olahraga empat tahunan itu menjadi hajat besar bagi Indonesia.

Apalagi ada ekpektasi besar yang disandang timnas U-23 saat tampil di Asian Games Agustus mendatang. Minimal, Garuda Muda dipatok target di empat besar Asian Games. Meskipun terkesan memaksa, tetapi itu merupakan keinginan PSSI sebagai pembuktian kepada pemerintah.

Alhasil, TC sepekan di setiap bulan sebelum Agustus menjadi realisasinya. “Ini kebutuhan utama kami, tuntutannya memang besar,” terang Joko. Sampai saat ini, juga belum ada keputusan terkait berapa pemain yang akan dipanggil saat kompetisi bergulir.

Sebab, mengacu dua kali TC sepanjang 2018, Luis Milla Aspas, pelatih Timnas U-23 memanggil skuad yang jebolan SEA Games 2017. Yang mana, distribusi wakil setiap klub di Liga 1 berbeda-beda. Atas kondisi ini, pihak PT. LIB akan menjadi penengah antara klub dan PSSI.

“Kami posisinya untuk memproteksi kebutuhan klub,” ujar Tigorshalom Boboy, Chief Operation Officer PT. LIB. Sebab, pemain dikontrak klub memang untuk membantu mengarungi Liga 1 2018. Di sisi lain, negara dalam hal ini Timnas juga membutuhkan jasa mereka.

Tigor menjelaskan, sudah seharusnya semua pihak harus duduk bersama. “Pelatih timnas, PSSI, PT. LIB, dan klub harus satu pikiran. Tapi, Asian Games ini juga menjadi pengecualian, kesempatan tuan rumah ini tidak berlangsung dalam 10 tahun sekali,” terangnya.

Sebelumnya, pada manajer meeting seminar pekan lalu, Luis Milla dijadwalkan berjumpa dengan tim pelatih dan manajemen klub untuk membahas skema TC tersebut. Sayangnya, pertemuan harus dibatalkan karena Milla dikabarkan tengah tidak fit. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here