Home TANGERANG HUB Komarudin: Metode Pelatihan Kades Perlu Diubah

Komarudin: Metode Pelatihan Kades Perlu Diubah

0
SHARE

KEBON NANAS-Kualitas kepemimpinan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten masih rendah. Ini dapat dilihat dari lambannya penyerahan Laporan Pertanggung jawaban dana desa, penyusunan perencanaan dana desa dan lain sebagainya. Penjabat Bupati Tangerang Komarudin mengusulkan untuk mengubah metode pelatihan Kades yang selama ini dinilainya monoton.

Usulan ini disampaikan Komarudin saat memberikan pengarahan pada 246 Kades se-Kabupaten Tangerang di Great Western Resort (GWR) Hotel, Kebon Nanas, Kota Tangerang, Rabu (11/4). Seluruh Kades itu diberikan pengarahan terkait pengelolaan dana desa, dimana bulan ini pemerintah pusat mulai mencairkan dana desa tahap pertama.

Dalam sambutannya Komarudin mengingatkan seluruh Kades untuk bijak mengelola dana desa. Pengelolaan dana desa yang tidak sesuai dengan aturan dan penyelewengan yang terjadi akan berimplikasi pada hukum. Komarudin mengatakan, saat ini Kades harus meninggalkan cara-cara lama dalam menggunakan dan mengelola dana desa.

Meski tidak menjelaskan lebih jauh cara lama yang dimaksud, namun Komarudin mengisyaratkan seluruh Kades untuk tidak lagi menggunakan dana desa untuk keperluan pribadi, keluarga atau kelompoknya. “Sistem hukum kita sudah berubah, apa yang kita lakukan saat ini, yang dulu mungkin biasa dilakukan, sekarang harus ditinggalkan. Ketika sistem hukum berubah, ya kita harus mengikuti sistem hukum sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, Kades harus mengikuti perkembangan dan dinamika pemerintahan yang terus terjadi. Hal itu penting agar Kades memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam mengelola desanya sesuai dengan dinamika yang terjadi. Ini agar tidak salah dalam mengelola desanya.

“Sistem pemerintahan kita juga sudah berubah. Dari era reformasi hingga saat ini, kita sedang mencari model yang tepat bagaimana sistem pemerintahan daerah kita. Berbagai macam peraturan diubah, dan semua itu harus kita ikuti perkembangannya, sebabagi pemimpin desa,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Komarudin juga menyinggung terkait masih lemahnya pengelolaan dana desa dari segi administrasi yang dilakukan Kades.

Persoalan lambannya penyerahan Laporan Pertanggug jawaban dana desa, penyusunan perencanaan dana desa dan lain sebagainya, mengisyaratkan masih lemahnya kualitas kepemimpinan seorang Kades. Oleh sebab itu ia menganjurkan untuk merubah metode pelatihan, yang selama ini dinilai monoton. Ia memberi gambaran metode yang mungkin dianggap efektif dapat memberi pemahaman yang utuh kepada Kades dengan cara studi banding.

“Saya berharap sebagai masukan, metode pelatihan yang mungkin diubah, apalagi pesertanya ini kan Kades, mereka disuruh duduk, mendengarkan dan mencatat, saya tidak yakin Kades ini memahami,” tuturnya.

Komarudin berharap, dengan pelatihan dan pembekalan kepada seluruh Kades dalam menyambut pencairan dana desa tahap pertama ini, dapat menjadikan Kades lebih bijaksana mengelola dana desa. Menurutnya, tujuan pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran harus dipahami, bahwa dana desa dipergunakan untuk pembangunan desa.

“Jadi sebenarnya bukan soal bagi-bagi uangnya, tapi bagaimana desa yang selama ini tertinggal mendapat manfaat pembangunan dari dana desa,” tandasnya.

Terkait pernyataan Penjabat Bupati Tangerang Komarudin, Kepala Desa Tegal Kunir Lor Mahpudin Kipang membenarkan jika metode pelatihan yang diberikan Pemkab Tangerang selama ini tidak terlalu efektif. Dia menjelaskan, narasumber yang memberikan pemaparan kepada ratusan Kades dalam satu ruangan menjadi tidak efektif. Selain itu, sistem pelatihan tentang APBDesa yang diberikan dengan menggunakan metode presentase mengunakan proyektor, dinilai juga tidak terlalu tepat sasaran. Ini lantaran tidak semua Kades bisa menyerap dengan baik materi yang diberikan narasumber.

Menurut Kipang, pelatihan tentang ABDesa lebih baik dilaksanakan di tingka desa atau kecamatan saja. Ini karena dengan jumlah Kades yang tidak terlalu banyak dalam suatu ruang, bisa membuat Kades lebih serius dan mudah menyerap teori atau materi yang diberikan. Kipang sendiri menyetujui bila Pemda Kabupaten Tangerang berencana memberikan pelatihan Kades dengan metode studi banding. Menurutnya, hal itu bisa membuat Kades mengetahui desa lain yang dianggap terbaik di Indonesia. Sehingga Kades bersangkutan memiliki keinginan menjadi desa yang maju seperti desa yang dikunjungi.

Sedangkan terkait pernyataan Komarudin yang menyatakan kualitas kepemimpinan Kades di Kabupaten Tangerang masih rendah, Kipang tak setuju. Dia menegaskan, Komarudin tidak bisa menggeneralisasikan kemampuan Kades secara umum. Menurutnya, kempauan Kades di Kabupaten Tangerang berbeda-beda. Ada yang baik, ada juga yang sumber daya manusianya lemah. Namun Kades yang dianggap lemah dalam segi kemampuan atau penididikan, bisa ditunjang dengan merekrut perangkat desa, seperti Sekretaris Desa (Sekdes), operator desa dan kepala urusan (Kaur) yang ahli dibidangnya masing-masing.

” Dengan mengangkat perangkat desa, pasti bisa membantu kerja Kades,” katanya.(mg-14/mg-2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here