Home TANGERANG HUB Susul Telur, Harga Ayam Melambung

Susul Telur, Harga Ayam Melambung

0
SHARE
SUSUN AYAM: Salah seorang pedagang ayam di Pasar Serpong menyusun ayam siap jual di lapaknya, beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. Miladi/Tangerang Ekspres

SERPONG-Setelah beberapa pekan ini terjadi kenaikan harga telur, kini giliran daging ayam yang ikut-ikutan naik. Parahnya, tingginya harga daging ayam ini dituding terjadi sejak Ramadan lalu.

Menurut penjual daging ayam di Pasar Serpong, Sutati, kenaikan daging ayam terjadi perlahan. Dan, dalam waktu yang cukup panjang. Hingga kini, harganya merambat hingga mencapai Rp45 ribu per kilogram (kg). Hal ini menyebabkan omzet para pedagang di pasar tersebut mengalami penurunan.

“Sejak Lebaran, harga ayam naik dan enggak turun-turun. Pas awalnya, tetap ramai pembeli. Tapi, sekarang dagangannya sepi,” kata Sutati, Jumat (27/7).

Dalam sehari, kata dia, biasanya mampu menjual 100 kg daging ayam. Namun, sejak kenaikan tersebut, dirinya hanya menjual ayam sebanyak 70 kg per hari. “Harganya sempat turun. Tapi, hanya semingguan. Setelah itu naik sampai sekarang,” ungkapnya.

Untuk harga normal ayam, untuk ayam cincang atau filed hanya Rp48 ribu per kg. Saat ini mencapapai Rp60 ribu per kg. Sedangkan ayam boiler biasanya Rp38 ribu per kg, tapi saat ini mencapai Rp45 ribu per kg. “Penjualannya nagruh banget. Orang banyak yang beralih ke ikan asin. Ini teralalu mahal,” ujar dia.

Hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh Satiti, tapi juga Yunniati pedagang ayam lain di Pasar Serpong. Menurutnya, kenaikan harga ayam ini cukup lama. Sebab, biasanya kenaikan Lebaran hanya berlaku dua minggu pasca-Lebaran. “Ini sudah lama, kok ya enggak turun-turun. Bukan hanya pembeli yang komplain, tapi kami juga,” kata dia.

Di tempat yang sama, Sri Lestari pembeli ayam berharap agar pemerintah segera menstabilkan harga. “Saya beli ayam bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri. Tapi, saya juga penjual jajanan di sekolah. Ini ngaruh, jadi kalau buat makanan yang menggunakan ayam isinya dikurangi. Soalnya kalau makanannya yang saya naikin harganya, pembeli banyak yang komplain,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Tangsel Sri Lintang Rosi Aryani mengatakan, pihaknya akan mendesak pemerintah pusat untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kenaikan harga pangan.

“Tidak hanya itu, Dewan juga akan mendorong Pemkot Tangsel untuk melakukan operasi pasar,” tutupnya. (mg-7/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here