Home OLAHRAGA Hasil Seri, Persita Mampu Redam Tim Papan Atas

Hasil Seri, Persita Mampu Redam Tim Papan Atas

0
SHARE
KUAT: Permainan gelandang Persita Aditia Gigs membuat Persis Solo kesulitan membuat gol dan harus mengakhiri laga dengan skor 0-0. FOTO: Media Officer Persita for Tangerang Ekspres

PERSITA menjadi tim pertama yang mampu mencuri poin di kandang Persis Solo usai mampu bermain imbang 0-0 pada laga terakhir putaran pertama di Stadion Wilis, Madiun, Senin sore (30/7). Bahkan Persita nyaris membawa pulang poin penuh jika saja peluang Aldi Al Achya di menit 26 berbuah gol. Hasil seri membuat Persita bertahan di posisi ketujuh klasemen sementara dengan nilai 14 menggeser posisi Persiraja ke peringkat kedelapan. Hasil ini tak lepas dari kemenangan Persibat Batang atas PSIR Rembang 3-1 yang membuat Persibat naik ke posisi keenam klasemen sementara grup barat.

Persita sendiri tampil ofensif di babak pertama. Sehingga menciptakan pertandingan yang seru karena saling serang terjadi. Persis langsung mendapat kesempatan di menit kedua. Mereka diberi hadiah tendangan bebas di depan kotak penalti. Sayang eksekusi Bayu Andra masih bisa digagalkan kiper lawan. Persita membalas lewat tendangan Diego Banowo yang masih melambung.

Di menit 26, Aldi Al Achya membuat pendukung Persis ketar-ketir. Pasalnya, Aldi yang mendapat umpan dari Ade Jantra mendapat bola tanpa pengawalan. Sayang sepakannya top skor ISL U-21 2014 itu justru melenceng. Padahal kiper Persis Galih Sudaryono sudah mati langkah. Aldi kembali membuat panas dingin pendukung Persis saat sepakan dari luar kotak penalti deras ke gawang Persis. Sayangnya tendangan Aldi jatuh dalam pelukan kiper Galih Sudaryono.

Di babak kedua Persis memegang kendali permainan dan semakin gencar mendapat peluang setelah mantan pemain Persita Heru Setyawan dimainkan. Beruntung ketangguhan lini pertahanan menggagalkan peluang pemain tuan rumah. Persita sendiri mendapat tiga peluang dua dari sepakan Heny Rivaldi dan satu dari sundulan kepala Ade Jantra. Peluang Ade bahkan nyaris berbuah gol jika sundulan memanfaatkan umpan tendangan bebas Denny Arwin tak dihalau Galih. Skor hingga akhir laga 0-0.

Menanggapi hasil imbang tim besutannya Pelatih Persita Wiganda Saputra mengaku lega karena timnya bisa meraih target poin dari Persis Solo. Hasil ini membuktikan pemain mampu bersaing dengan tim papan atas Liga 2 Grup Barat. “Patut disyukuri kita bisa dapat satu poin di sini, berkat kerja keras anak-anak yang melaksanakan instruksi kita untuk bertahan lebih dulu, lalu melancarkan counter attack (serangan balik). Ada beberapa kita lakukan counter attack tapi tidak maksimal, karena tidak ada pemain yang muncul dari second line seperti Ade Jantra,” ucap Gandul, sapaan Wiganda Saputra.

Selain itu kunci sukses pasukannya menahan imbang skuat asuhan Jafri Sastra adalah mematikan peran dua bek sayap Laskar Samber Nyawa, julukan Persis. Hal itu dilakukan Gandul setelah mengamati permainan Persis kontra Persika melalui video yang cukup kuat di dua sisi sayapnya. “Saya wanti-wanti kepada pemain untuk mewaspadai dua bek sayap Persis dan anak-anak menjalankan instruksi dengan baik. Karena, kalau dua bek sayap dibiarkan bebas memainkan bola maka kiamat buat Persita,” ungkap Gandul.

Ade Jantra mengamini pernyataan Gandul, yang menyebut semua pemain tampil disiplin dan konsentrasi mengawal pemain Persis. “Alhamdulillah kami bisa bawa pulang poin, ini kerja keras semua pemain di lapangan, kami bisa membuktikan Persita tak kalah dengan tim papan atas,” tuturnya.

Sedang di kubu Persis, Jafri Sastra menyatakan cukup puas dengan penampilan pemain asuhannya. Mantan pelatih Semen Padang itu melihat satu faktor yang membuat pemainnya gagal meraih poin penuh adalah semangat pemain yang kurang maksimal. “Ada yang kurang dalam aura permainan tadi. Terutama dalam semangat bertanding. Ini kemungkinan juga dari suasana stadion yang baru dipakai sekali oleh pemain untuk beradaptasi, ini jadi bahan evaluasi kami dan manejemen,” ucap Jafri.

Sedang pemain Persis, Soni Setiawan mengaku mensyukuri hasil imbang karena secara permainan timnya sudah mendominasi permainan. “Inilah sepakbola, meski dominan tapi belum tentu meraih kemenangan. Kami tidak boleh terpaku pada hasil ini, perjalanan masih panjang pertandingan bukan hari ini saja. Kami harus semangat dan menatap hasil positif lainnya,” ucap Soni. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here