Home TANGERANG HUB Jelang Asian Games, Pastikan Bandara Aman

Jelang Asian Games, Pastikan Bandara Aman

0
SHARE
Dirut AP II M Awaludiin mengecek armada pengisian bahan bakar pesawat di bandara Soetta, kemarin (30/7). FOTO: Ramzy/Tangerang Ekspres

TANGERANG — Menyambut kedatangan kontingen Asian Games 2018, 15 bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II melakukan Ramp Safety Campaign (RCS), Senin (30/7). Dari belasan bandara itu, tiga bandara mendapatkan perhatian lebih yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Sultan Mahmud Palembang dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Ketiga bandara itu akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. RCS ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan mengantisipasi adanya kejadian tak terduga.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhamad Awaludin memeriksa sejumlah alat di area Apron Bandara Soekarno Hatta. Menurutnya pengecekan keselamatan ini merupakan upaya kampanye tindakan keselamatan dari sisi darat yang menunjang udara. Seperti berbagai aktivitas ground handling, passenger handling dan pengoperasian maskapai penerbangan.

Para pihak yang bergerak di bidang tersebut seperti JAS, GMF, Damkar, dan Gapura, turut serta dalam pengecekan ini. Seperti kelaikan mobil operasional, bus penjemputan penumpang di runway, kendaraan pengangkut bahan bakar pesawat, pengangkut barang bawaan penumpang sampai pengecekan kelaikan pemadam kebakaran, serta berbagai peralatan lainnya.

“Keselamatan adalah suatu yang mutlak dan merupakan salah satu pilar operasi perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi udara. Kita lakukan ini di 15 bandara di bawah AP II. Jadi kita pastikan juga bandara lainnya memiliki tingkat keselamatan yang sama,” kata Awaludin.

Ia menambahkan, kegiatan itu berlangsung secara berkala. Sehingga keamanan penerbangan di Indonesia sesuai dengan regulator dan mandatory. Keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan hal paling penting dan mutlak.

“Harapan kita dengan secara rutin melakukan ramp safety campaign ini dan juga diikuti sosialisasi dan upaya lainnya. Safety level kita masuk dalam kategori seven safety yang diaprove oleh regulator, baik yang mengikuti standart Kemenhub maupun dunia. Karena ini menjadi acuan seluruh maskapai yang dari luar Indonesia dalam menilai bandara yang mereka datangi,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Awaludin, pihak sudah melakukan kerja sama dengan beberapa institusi Internasional agar perusahaan ini mampu meraih predikat sebagai bandara yang unggul.

“Itulah kenapa dalam kegiatan ini berbagai expert dari bandara yang dioperasikan datang dan kemudian kita bisa sharing, lalu melakukan mencatatan dan mengeluarkan beberapa rekomendasi kemudian akan ditindaklanjuti untuk action dan langkah-langkah perbaikan,” ujarnya.

Catatan pada RSC kedua pada tahun 2018 di Bandara Soekarno Hatta terdapat kondisi kendaraan yang tidak lengkap dan tidak laik menjadi pelanggaran terbanyak dalam operasi razia terpadu. Maka itu, untuk tahun  2018 perseroan bertekad melakukan upaya peningkatan kinerja keselamatan agar accident rate dan frequency rate dapat kembali diturunkan lebih kecil dari capaian pada tahun 2017.

“RSC merupakan upaya kita semua para karyawan, mitra kerja dan mitra usaha dalam rangka menumbuhkan budaya keselamatan dan menurunkan tingkat insiden di bandara. Ada pelanggaran yang ditemukan, terdapat 23 pelanggaran dalam hal tersebut, contohnya ban kendaraan yang sudah tipis sehingga tidak laik,” tutupnya.(mg-11)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here