Home PENDIDIKAN Borong Lima Piala di Ajang LKS

Borong Lima Piala di Ajang LKS

0
SHARE
BERGAYA: Tim tari saman SMK Muhammaditah 3 Ciputat, Kota Tangsel bergaya sebelum tampil disalah satu acara sekolah. FOTO: Bunga/Tangerang Ekspres

CIPUTAT – Tak hanya memperkuat nilai-nilai agama. SMK Muhammadiyah 3 Ciputat, Kota Tangsel terus menunjukkan eksistensinya dibidang akademik maupun non akademik. Sekolah beralamat di Jalan Dewi Sartika Gang Nangka nomor 4, Kecamatan Ciputat ini, sudah terkenal sebagai ladangnya siswa berprestasi dengan background agama.

Baru-baru ini, SMK Muhammadiyah 3 Ciputat menjadi pemeran utama dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Gugus 5. Bagaimana tidak, lima cabang perlombaan berhasil dimenangkan. Diantaranya, juata satu solo gitar, juara satu matematika teknik, juara satu tari daerah, juara satu basket, juara satu badminton serta juara tiga voli.

“Ini bukan prestasi pertama para siswa diajang LKS. Setiap tahun SMK Muhammadiyah 3 Ciputat selalu pulang membawa piala. Tapi pada tahun mengalami peningkatan, karena lima mata lomba berhasil diraih dengan meraih juara satu. Karena anak-anak kami memiliki banyak bakat,” seru Rachmat Kartolo, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Ciputat, saat ditemui Tangerang Ekspres.

Ia menuturkan, prestasi kali ini tidak bisa dipungkiri menjadi semangat baru bagi siswa beserta guru-gurunya. Pasalnya, ini membuktikan kekompakkan para guru dan siswa SMK Muhammadiyah 3 Ciputat terjalin sangat baik. Energi mencapai sebuah prestasi benar-benar tersalurkan.

“Semoga prestasi ini juga memiliki dampak positif lainnya. Seperti, semakin banyak masyarakat Kota Tangsel khususnya Ciputat yang melihat dan mengapresiasi perkembangan dan kualitas SMK Muhammadiyah 3 Ciputat. Serta mempercayai putra dan putrinya, untuk menimba ilmu di sekolah kami,” harap Rachmat.

Lebih lanjut Rachmat memaparkan, sebuah lembaga pendidikan bisa dinilai berkualitas atau tidak, karena dilihat dari perkembangan akademik maupun non akademik. Dimana para siswa diberikan wadah berprestasi sebesar-besarnya, sekolah memfasilitasi semaksimal mungkin.

“Dengan begitu sinergi antara guru dan siswa akan terjalin dengan baik. Tidak ada siswa yang bermalas-malasan, karena sekolah secara serius memfasilitasi minat dan bakat para siswanya. Seiring waktu berjalan, prestasi akan mengiringi perjalanan sekolah itu sendiri hingga dilihat kualitas dan kuantitasnya,” tegasnya. (bun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here