Home TANGERANG HUB Grab Buat Fitur “Anti-Tuyul”

Grab Buat Fitur “Anti-Tuyul”

0
SHARE
RESMIKAN: Managing Director Grab Indonesia Ridzky Kramadibrata melepas balon ke udara sebagai tanda diresmikannya kantor Grab Driver Center (GDC) Tangerang, Rabu (1/8). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CISAUK-Perusahaan transportasi berbasis jaringan, Grab mobile platform 020, membuka kantor cabang di Tangerang. Perusahaan terkemuka di Asia Tenggara ini, menamai kantor cabangnya dengan istilah Grab Driver Center (GDC) Tangerang, Rabu (1/8).

Kantor ini, ada di Ruko The Icon BSD, Blok E No.5-6, Jalan Raya Cisauk, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Dalam acara itu sekaligus diluncurkan fitur terbaru “Anti Tuyul” yang tersemat di aplikasi mitra pengemudi Grab.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, setelah meresmikan GDC Jakarta dan GDC Bogor, Grab kembali meresmikan GDC terbaru Tangerang.

“GDC itu merupakan bagian dari upaya Grab untuk terus meningkatkan layanannya kepada mitra pengemudi dengan menyediakan pusat pelayanan untuk membantu mitra yang ingin berkonsultasi dalam meningkatkan pelayanan termasuk kendala dalam kegiatan operasional harian,” ujarnya, Rabu (1/8).

Ridzki menambahkan, selain untuk melayani kebutuhan mitra pengemudi Grab. GDC juga berfungsi sebagai pusat pelatihan mitra pengemudi di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Mitra pengemudi Grab tersebar di 135 kota di Indonesia. Mulai dari Aceh sampai Papua, guna melayani kebutuhan masyarakat tanah air akan layanan transportasi dan pengantaran yang aman, nyaman serta terjangkau.

Kehadiran GDC baru itu diharapkan dapat membantu mitra pengemudi GrabCar yang tinggal dan bekerja di Tangerang, Banten, untuk mendapatkan akses pelayanan atas segala pertanyaan dan keluhan mereka dengan lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta.

Saat ini, Grab juga menyediakan layanan GrabCar, GrabBike, GrabExpress dan GrabFood di Tangerang untuk memberikan solusi atas meningkatnya kebutuhan akan transportasi. “Serta layanan pesan antar yang aman, terjangkau dan nyaman. Saat ini, Grab telah beroperasi di 225 kota di 8 negara Asia Tenggara,” tambahnya.

Dalam acara itu juga diluncurkan fitur terbaru “Anti Tuyul” yang tersemat di aplikasi mitra pengemudi Grab. Itu merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab terhadap kesejahteraan dan produktivitas mitra pengemudi.

Ridzki menjelaskan, aplikasi itu merupakan salah satu dari rangkaian inisiatif Grab untuk terus meningkatkan taraf hidup mitra pengemudi yang terangkum dalam empat pilar utama, yaitu dukungan, pemberdayaan, penghasilan, serta komunitas.

“Pencapaian dua miliar perjalanan Grab di Asia Tenggara yang berhasil dicapai Grab Juli tahun ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras para mitra pengemudi,” katanya.

Masih menurutnya, Grab berusaha untuk terus mendengarkan aspirasi dan masukan dari pengemudi. Serta secara aktif mencari tahu apa yang dapat kami tingkatkan untuk memberikan kualitas pelayanan terbaik dalam meningkatkan pengalaman berkendara mereka bersama Grab. Kehadiran fitur “Anti Tuyul” dalam aplikasi Grab dan fasilitas Grab Driver Center dapat mendukung aktivitas para mitra pengemudi yang dinamis.

“Serta meningkatkan kenyamanan mitra pengemudi GrabCar saat berkunjung sekaligus meningkatkan produktivitas mereka dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan,” ungkapnya.

Ridzki menuturkan, fitur Anti Tuyul adalah tindak lanjut dari kesuksesan kampanye “Grab Lawan Opik” yang diluncurkan awal 2018. Berkat kehadiran fitur itu dalam aplikasi Grab versi terbaru, perangkat mitra pengemudi yang memiliki aplikasi “fake GPS” atau lebih dikenal dengan istilah Tuyul untuk melakukan tindak kecurangan dengan mengelabui GPS dengan menentukan lokasi palsu akan diblokir dari platform Grab.

Mitra pengemudi harus menghapus seluruh aplikasi fake GPS dari perangkat yang bersangkutan untuk memperoleh kembali akses terhadap akunnya mitra pengemudi Grab. Pengunaan aplikasi sejenis fake GPS itu tidak hanya merugikan pelanggan karena, harus menunggu lebih lama karena posisi pengemudi lebih jauh dari apa yang tertera di GPS.

Juga merugikan mitra pengemudi yang bekerja keras secara jujur tanpa melakukan tindak kecurangan seperti penggunaan aplikasi Tuyul tersebut. “Peluncuran fitur Anti Tuyul itu menegaskan komitmen Grab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan penghasilan yang adil dan menyediakan platform transportasi teraman bagi para pengguna termasuk mitra pengemudi,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Tangsel AKP Vilawati mengatakan, mitra atau pengemudi Grab diharapkan menjadi pelopor keselamatan di jalan, apalagi saat ini Grab banyak dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk mengirim barang-barang terlarang.

“Pengemudi jangan sampai melakukan tindak kriminal kepada penumpang dan pelayanan prima harus diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Salah satu mitra Grab yang hadir adalah Aditya Setiawan. Ia mengaku bergabung dengan Grab sudah dua tahun dimana sebelumnya ia bekerja di dunia perbankan. “Grab itu luar biasa keren dan besar karena, penghasilan yang saya peroleh jauh lebih besar dibanding saat kerja di bank,” ujarnya.

Aditya menambahkan, menjadi mitra Grab lebih banyak suka daripada dukanya. Sukanya, untuk mendapat orderan penumpang mudah dan bisa dimana saja. “Dukanya itu kalau pendapatan naik turun, terutama akhir bulan,” tambahnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here