Home TANGERANG HUB Menelan Korban Jiwa, Warga Minta Danau PT BLP Ditutup Pagar

Menelan Korban Jiwa, Warga Minta Danau PT BLP Ditutup Pagar

0
SHARE
RSUD: Kondisi Mulki, korban dilarikan ke RSUD Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabuapaten Tangerang seusai ditemukan mengambang di danau buatan milik PT BLP, pekan lalu. FOTO: Zakky/Tangerang Ekspres

PAKUHAJI – Muhamad Mulki (22), Remaja asal Kampung Buaran Bambu, RT 03/ 08, Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang tewas tercebur di tandon buatan PT Bangun Laksana Persada (BLP), Jumat (27/7) lalu. Pihak keluarga meminta tempat serapan air tersebut dipagar supaya tidak menelan korban jiwa kembali.

Kejadian bermula saat Mulki bersama kedua rekannya bernama Muhammad Ues dan Boning, sekitar pukul 17.30 WIB, menjaring ikan di danau buatan yang memiliki kedalaman lima meter PT BLP. Saat asik mencari ikan dipinggir danau, Mulki terperosok ke dalam danau. Sebelum tengelam, meminta tolong kepada Ues dan Boning. Sayangnya, kedua rekannya tidak bisa menolong karena tidak bisa berenang.

Kedua rekan korban memilih meminta bantuan warga. Setelah mendapat informasi dari Ues dan Boning, warga mencari korban di sekitar lokasi danau. Dengan menggunakan alat seadanya. Akhirnya, tubuh korban bisa ditemukan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pakuhaji. Putra dari pasangan Aming dan Sapnah ini nyawanya tidak tertolong.

“Korban diduga sudah meninggal di tempat kejadian perkara, sebelum sampai di RSUD Pakuhaji. Selanjutnya, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Hari berikutnya, korban dimakamkan oleh keluarga,” kata Dawar, Ketua RT 03/ 08, Desa Buaran Mangga, kemarin.

Lebih lanjut Dawar memaparkan, ia meminta kepada Pemerintah Desa Laksana, maupun Pemerintah Kecamatan Pakuhaji, dan dinas terkait mengkaji ulang dampak lingkungan, agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Sebab, danau buatan milik PT BLP minim papan peringatan dan tidak memiliki pagar pengaman.

“Saya sering mengimbau agar warga tidak memasuki kawasan danau buatan milik PT BLP. Tetapi, tetap saja warga mencari ikan dan beraktivitas di sekitar danau. Kami meminta PT BLP membanagun pagar agar warga tidak masuk ke area danau,” harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pakuhaji AKP Suyatno, membenarkan peristiwa yang dialami Muhamad Mulki yang tewas tercebur di tandon buatan PT BLP. “Ya benar waktu itu ada korban yg tercebur di tandon PT BLP. Selanjutnya, kami sudah melarang keras warga untuk mencari ikan dan beraktivitas dipinggir danau,” tutupnya, saat dihubungi kepada Tangerang Ekspres, Selasa (14/8). (mg-2/mas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here