Home TANGERANG HUB Tiap RW Punya Ditarget Punya TBM

Tiap RW Punya Ditarget Punya TBM

0
SHARE
TBM KREATIF: Sejumlah remaja membaca buku di taman baca masyarakat kreatif yang dibuat di kolong flyover Pasar Ciputat, beberapa waktu lalu. FOTO:

PAMULANG-Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangsel targetkan tiap RW memiliki taman bacaan masyarakat (TBM). Pasalnya, keberadan TBM sangat diperlukan bagi masyarakat ekonomi bawah yang notabennya kesulitan untuk beli buku maupun mengunjugi perpustakaan.

Kepala DPAD Kota Tangsel Dadang Raharja mengatakan, ke depan tiap RW harus ada TBM minimal satu, dan rencana tersebut sabagai bagus, tapi merupakan rencana jangka panjang. “Rencana tersebut berkaitan dengan pengadaan buku, kecuali ada masyarakat atau komunitas yang bantu dan tidak selalu tergantung pemda,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres.

Dadang menambahkan, peran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Menurutnya, lebih banyak TBM akan lebih baik tapi, bukan hanya kuantitasnya yang banyak. Namun, juga harus aktif. “Kalau banyak tapi, tidak aktif percuma saja dan mubazir,” tambahnya.

Ia menjelaskan, saat ini di Kota Tangsel ada 75 TBM. Namun, yang aktif hanya 45 TBM. TBM yang aktif Dadang mencontohkan adalah TBM Kolong dan TBM di Kelurahan Jelupang. Keberadaan TBM menurtunya sangat baik dan positif jika digunakan maksimal. “Warga bisa baca buku dan untuk ajang silaturahmi,” jelasnya.

Peran dinas dalam TBM adalah dengan melakukan pembinaan, mendatangi, melihat animo masyarakat dengan adanya TBM. Serta, siapa yang sering
berkunjung. Kepada pengurua TBM juga diberi motivasi agar TBM tetap eksis lantaran pekerjaan tersebut sifatnya suka rela serta dinas tidak bisa memaksakan.

“Apa yang kita lakukan mudah-mudahan jadi ladang ibadah bagi mereka yang membuka dan mengelola TBM,” ungkapnya.

Untuk lokasi TBM, Dadang menjelaskan, lokasi beragam. Mulai di rumah warga, teras rumah dan lainnya. Jika ada acara jambore perpustakaan dan pameran arsip sisanya dinas mengaadakan lomba penataan TBM serta cerdas cermat.

“Koleksi buku yang ada di TBM dan perpustakaan sekolah itu justru harus buku yang ada di luar jam pelajaran, contoh komik namun, harus yang mendidik,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here