Home TANGERANG HUB Telan Rp3,9 Miliar, Kantor Bersama Keagamaan Dibiarkan Kosong

Telan Rp3,9 Miliar, Kantor Bersama Keagamaan Dibiarkan Kosong

0
SHARE
KOSONG: Salah seorang warga sedang berteduh di Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Rajeg yang tidak terawat, Selasa (9/10). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

RAJEG – Gedung Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Rajeg di Kampung Batu Nunggul RT 03/09, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, rampung dibangun sejak 2017 lalu. Sayangnya, bangunan tersebut belum dimanfaatkan. Padahal, proyek pembangunan menelan anggaran mencapai Rp3,9 miliar.

Mochamad Satiri, Ketua RW 09 Kelurahan Sukatani mengatakan, gedung Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Rajeg, selesai dikerjakan pada tahun lalu. Tetapi, fungsi dari keberadaan gedung tesebut belum dimanfaatkan hingga sekarang.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang, ia menjelaskan, pembangunan Kantor Bersama Keagamaan ini dikerjakan Dinas Cipta Karya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui CV Kronjo Putra.

“Pembangunan menelan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tangerang 2017, senilai Rp3.901.846.000,” kata Satiri, Selasa (9/10).

Lebih lanjut, menurutnya, nominal sebesar Rp3,9 miliar, yang digelontoran Pemerintah Tangerang, untuk mendirikan gedung Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Rajeg begitu besar.

Namun, biaya sebesar itu tidak sebanding dengan fungsi keberadaan gedung Kantor Bersama Keagamaan, yang tidak dimanfaatkan masyarakat. Tentu, sambugnya, pembuat kebijakan sudah memperhitungkan dengan baik antara nominal yang dianggarkan dengan kualitas gedung dan manfaat kedepan untuk masyarakat.

Saat ini, sayangnya, proyek pembangunan yang menelan biaya Rp3,9 miliar. Ini belum berimbang dengan pemanfaatan bangunan atau penggunaan kantor, dia khawatir kondisi bangunan semakin rusak karena dibiarkan kosong, terkunci dan tidak terawat.

“Warga suka bertanya ke saya kenapa gedung ini dibiarkan kosong, saya hanya bisa menjawab tidak tahu. Kalau gedung ini sudah berfungsi, pasti akan memberikan dampak positif untuk warga sekitar. Bukan kesan angker saat dimalam hari,” tuturnya.

Di tempat berbeda, Aan Ansori, Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Rajeg mengatakan, dia sudah meminta intansi terkait, bisa memberikan kunci pagar gedung Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Rajeg, kepada pihaknya. Tetapi, pihaknya belum menerima kunci sampai saat ini.

“Ya kami ingin, apa yang sudah diberikan Pemkab Tangerang ke warga Kecamatan Rajeg, bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan baik,” kata Aan, saat dihubungi Tangerang Ekspres, Selasa (9/10).

Ia mengakui kondisi Kantor Bersama Keagamaan Kecamaatn Rajeg, dibiarkan kosong dan tidak terawat setelah rampung dibangun. “Kedepan, semoga warga bisa segera memanfaatkan bangunan ini,” harapnya. (mg-2/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here