Home OLAHRAGA Babak 8 Besar Liga 2, Bentrok dengan Jadwal Porprov

Babak 8 Besar Liga 2, Bentrok dengan Jadwal Porprov

0
SHARE
JADWAL KANDANG: Jadwal Laga kandang babak 8 Besar Liga 2 bentrok dengan jadwal Porprov Banten, yang membuat Persita terancam tidak bisa memakai Stadion Sport Center Dasana Indah, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PEMBAGIAN grup dan jadwal pertandingan babak 8 Besar Liga 2 dirilis oleh PT. Liga Indonesia Baru (LIB) kemarin sore. Persita Tangerang masuk Grup B bersama PSS Sleman, Persiraja dan Madura FC.

Bergabungnya Persita di grup ini, telah sesuai dengan aturan yang dibagikan kepada klub sebelum kompetisi bergulir. Dimana dijelaskan Babak 8 Besar grup A akan diisi oleh peringkat pertama grup barat yakni Semen Padang, peringkat kedua grup timur yaitu Kalteng Putra, peringkat ketiga grup barat yang diraih Aceh United dan peringkat keempat grup timur yaitu PS. Mojokerto Putra.

Sedang di grup B selain diisi oleh Persita sebagai peringkat keempat grup barat, juga dihuni peringkat pertama grup timur yakni PSS Sleman. Lalu, peringkat kedua grup barat Persiraja Banda Aceh, peringkat ketiga grup timur yang diisi Madura FC. “Buat kami siapa pun lawan yang kami hadapi kami sudah siap. Tidak ada masalah mau masuk di grup A atau B yang penting persiapan kami lebih matang lagi. Kami cukup optimis lolos promosi Liga 1, meski harus kerja lebih keras lagi,” ungkap I Nyoman Suryanthara Manajer Persita.

Yang membuat Nyoman berpikir keras adalah soal jadwal pertandingan. Khususnya terkait jadwal pekan kedua dan ketiga, dimana pertandingan digelar bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten. Jajaran manajemen akan melakukan pembahasan intensif untuk menentukan langkah-langkah agar Persita bisa menggelar laga kandang di Tangerang.

“Kita sih berharapnya tak ada pertandingan di Tangerang yang bersamaan dengan pelaksanaan Porprov V Banten pada 4 sampai 11 November. Karena kami ingin semua laga kandang Babak 8 Besar main di Tangerang. Kami harus koordinasi dulu untuk mengambil langkah agar tetap bisa main di Tangerang,” ucap Nyoman.

Sementara itu Wiganda Saputra mengungkapkan kegembiraannya sudah bisa mengetahui lawan yang dihadapi dan jadwal pertandingan. Hanya saja, kata Gandul, sapaan Wiganda Saputra, jadwal pertandingan yang membuat dirinya was-was.

“Karena melihat posisinya kami ada main kandang tanggal 31 Oktober dan 5 November, tanggal yang sudah masuk pelaksanaan Porprov V Banten. Harapan saya sih Persita bisa main di sini walau ada Porprov, karena hitungannya rugi besar kalau kita tidak main di kandang sendiri,” ungkap Gandul.

Oleh karenanya, Gandul berharap manajemen bisa mewujudkan harapan dirinya dan pemain dan tentu saja pendukung Persita untuk tampil di Stadion Utama Sport Center Dasana Indah, Bojong Nangka.

Di luar jadwal, jebolan timnas Primavera tersebut menyatakan dalam sehari kedepan, dirinya akan melakukan persiapan menghadapi laga pembuka Babak 8 Besar kontra PSS Sleman tanggal 26 Oktober. Selain untuk membenahi kelemahan yang masih terlihat di penyisihan grup, juga menambah kekuatan dengan merekrut pemain baru.

Kelemahan Persita yang bakal dibenahi hingga jelang pertandingan adalah soal penyelesaian akhir Aldi al Achya dkk. Dimana pada lima pertandingan terakhir ketajaman pemain Persita dalam membuat gol masih kurang maksimal.

“Pada pertandingan kemarin (kontra Perserang, red) banyak peluang yang dihasilkan namun pemain gagal memanfaatkannya, salah satu penyebabnya adalah akurasi dan kurang sabarnya pemain saat mendapat peluang. Ini akan kami benahi dan semoga di babak 8 Besar produktivitas pemain dalammembuat gol meningkat,” ucap Gandul.

Sementara soal penambahan pemain, Gandul belum mau mengungkap banyak hal. Ini terkait perburuan pemain yang tengah dilakukan Persita bersifat rahasia. Itu dilakukan karena pemain yang ada saat ini menjadi incara tim kontestan babak 8 Besar lainnya.

“Jangan sampai pemain yang kita incar diambil klub lain, kami harus hati-hati untuk melakukan perekrutan. Tapi untuk posisi pemain yang kami butuhkan tetap ada di lini belakang dan tengah,” pungkas Gandul. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here