Home OLAHRAGA Persita vs PSS Sleman (1-1), Petaka Injury Time

Persita vs PSS Sleman (1-1), Petaka Injury Time

0
SHARE
DIJEPIT: Striker Persita Sirvi Arvani mendapat pengawalan ketat dua pemain PSS Sleman pada laga perdana Babak 8 Besar Liga 2 Grup B. Laga kemarin sore berakhir imbang 1-1. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

KAPTEN tim Persita Tangerang Egi Melgiansyah berurai air mata usai laga kontra PSS Sleman, Jumat (26/10) sore di Stadion Utama Sport Center Dasana Indah (SCDI), Bojong Nangka, Kelapa Dua. Air mata itu keluar karena gagal mempertahankan kemenangan yang sudah didepan mata.

Gol telat Qischil G Minny pada masa injury time tempatnya menit 90+3 memaksa Pendekar Cisadane hanya meraih hasil imbang 1-1.

Padahal sejak menit 83 PSS Sleman besutan Seto Nurdiantoro bermain 10 pemain usai M. Bagus Nirwanto diusir wasit akibat akumulasi dua kartu kuning.

Sebelumnya dimenit 25 Persita unggul melalui Hari Habrian yang membobol gawang Ega Rizky Pramana. Target merebut tiga poin di kandang saat menjamu Super Elang Jawa pun musnah.

Ekspresi Egi selain menggambarkan kekecewaan juga hasil imbang serasa mengalami kekalahan. Padahal pada laga yang dipimpin wasit Moch Maskurin dari Jawa Timur Persita mendapat banyak peluang emas.

“Banyak peluang yang didapat pemain Persita, tapi inilah namanya sepakbola dan Persita dikasih rezeki seri itu tetap kita syukuri. Ini menjadi pembelajaran yang bagus di pertandingan selanjutnya semoga kita bisa meraih poin penuh,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang datang menyaksikan pertandingan.

Pertandingan pertama Babak 8 Besar Liga 2 Grup B berlangsung menarik dan dalam tempo cepat. Di bawah dukungan ribuan suporternya, Tim Ungu mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu. Di lain pihak, PSS Sleman bermain efektif dan melakukan tekanan di lini tengah.

Di menit ke-25, pemain anyar Persita Hari Habrian sukses membuat stadion bergemuruh.

Pemain yang baru bergabung di Pendekar Cisadane tersebut mencetak gol pertamanya setelah memanfaatkan bola liar yang disundul Sirvi Arvani. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Pada paruh kedua, PSS Sleman keluar menyerang. Dimotori legenda sepakbola Indonesia, Cristian Gonzales, Super Elja berusaha membuka celah di lini belakang Pendekar Cisadane.

Di sisi lain, Persita menekan secara efektif. Perasaan akan memenangkan laga buat Persita muncul di menit 83 saat pemain belakang PSS Sleman Moch Bagus Nirwanto mendapat kartu kuning. Ia menerima dua kali kartu kuning akibat pelanggaran yang dilakukannya. Moch Bagus Nirwanto pun harus keluar lapangan.

Unggul jumlah pemain membuat Persita sedikit lebih rileks dan mendapat beberapa peluang di depan gawang lawan. Sayang serangan bergelombang gagal menjadi gol karena pemain tim Ungu terburu-buru dalam menyelesaikan peluang.

Di lain pihak, PSS Sleman enggan menyerah. Di injury time, pemain pengganti Qischil G Minny membuat suporter persita terkejut dengan golnya di meniet 90+3.

Ratusan anggota Brigita Curva Sud dan Slemania yang hadir bersorak gembira. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persita Wiganda Saputra sedikit kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Apalagi, timnya harus kebobolan di masa injury time.

Menurut Wiganda, Persita semestinya merebut tiga angka saat menghadapi PSS Sleman. “Sangat disayangkan hasilnya imbang. Padahal ini adalah peluang yang sangat baik,” ujar Wiganda.
“Situasi akan berbeda ketika kita bertandang ke Sleman nanti. Ini peluang yang paling bagus untuk kita meraih kemenangan,” imbuhnya.

Dikemukakan Gandul, sapaan Wiganda Saputra, hasil seri ini,tercipta akibat pemainnya lengah mengantisipasi lawan di menit-menit akhir laga. Ini menjadi tren yang negatif buat Persita, karena di pertandingan terakhir babak penyisihan grup kontra Perserang hal serupa terjadi.

“Tapi saya bangga dengan pemain yang sudah berjuang ekstra untuk menang atas PSS Sleman, tapi inilah sepakbola. Kedepan kami ingin memperbaikinya dan meraih kemenangan di laga kedua nanti,” ucap Gandul.

Pencetak gol Persita Hari Habrian juga menyayangkan hasil yang diperoleh Pendekar Cisadane jika melihat penampilan pada laga kemarin.

Sebab, kata Habrian, timnya semestinya meraih kemenangan. “Sangat disayangkan, tapi inilah rezeki kami hanya bisa meraih hasil imbang. Target saya pada pertandingan kandang berikutnya harus menang,” pungkasnya.

Di lain kubu, PSS Sleman cukup puas dengan keberhasilan mencuri poin di kandang Persita.

Pelatih PSS Seto Nurdiantoro menyatakan sejak awal, timnya memang bertekad memperoleh poin.

“Kami puas dengan hasil ini. Target away memang curi poin. Kami harus bersyukur karena gol penyama kedudukan tercipta di injury time, ini sebuah keberuntungan buat kami, benar-benar keberuntungan,” ujar Seto.

Menurut Seto, pertandingan berjalan cukup menarik. Persita dinilainya tampil cukup efektif. Namun, pihaknya juga berusaha memanfaatkan peluang yang ada. Berdasar pertandingan tersebut, Seto menyebut masih ada beberapa sektor yang harus dibenahi. Diantaranya jarak antar lini yang dianggapnya cukup renggang. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here