Home TANGERANG HUB Kantor JSL Dilalap Si Jago Merah

Kantor JSL Dilalap Si Jago Merah

1
SHARE
HANGUS: Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel berusaha memadamkan api di kantor PT JSL, Alam Sutera, Kamis (17/1). FOTO: Dwiki Darmawan/Tangerang Ekspres

SERPONG UTARA-Diduga akibat korsleting listrik PT Joey Sasmita Lencana (JSL) yang berada di Jalan Sutera Niaga 3, Alam Sutera, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Tangsel, terbakar pada Kamis, (17/1) malam.

Banyaknya bahan yang mudah terbakar seperti kertas dan kain menyebabkan api mudah menyebar ke beberapa ruangan di gedung tersebut.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang saksi mata, Indra (23) mengatakan, melihat kilatan api dan kepulan asap tebal keluar dari gedung tersebut.

“Saat itu saya sedang melintas lalu melihat ada percikan api dan asap yang keluar cukup tebal dari gedug tersebut,” ujarnya, Kamis, (17/1).

Indra mengatakan, pada saat peristiwa itu terjadi belum ada Dinas Pemadam Kebakaran yang datang dan hanya ada beberapa orang Satpam yang berusaha memadamkan api.

“Belum ada Damkar yang datang, hanya ada Satpam yang lalu lalang di sekitar gedung itu, mungkin panik karena kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba,” tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Sigit Widodo Nugrohadi mengatakan, kejadian kebakaran diduga karena percikan api yang berasal dari arus pendek listrik.

“Kami memperkirakan kejadian tersebut disebabkan karena adanya korslting listrik yang menimbulkan percikan api dan terjadi kebakaran. Tapi, lebih jelasnya akan ada penyidikan lebih lanjut oleh kepolisian mengenai penyebab terjadinya kebakaran tersebut,” ujarnya.

Sigit menambahkan, dalam kejadian kebakaran tersebut Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan personel dari enam pos Damkar yang tersebar di wilayah Tangsel.

“Sedikitnya kami mengerahkan sepuluh mobil pemadam dan tiga puluh personel pemadam kebakaran yang disiagakan di enam pos di wilayah Serpong dan Serpong Utara,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Sigit juga menjelaskan, lamanya proses pemadaman diakibatkan tidak adanya pipa hydrant yang berada di gedung itu. Membuat personel pemadam kebakaran harus mencari sumber air guna memasok tanki pemadam agar tetap dalam kondisi penuh.

“Personel kami sempat kewalahan karena tidak ada saluran hydrant di sekitar gedung tersebut hingga harus menyambung selang untuk mendapatkan pasokan air dari pipa hydrant yang berada jauh di gedung sebelahnya,” jelasnya.

Kejadian pemadaman api itu berlangsung dramatis, personel pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dengan menjebol dinding gedung yang terbuat dari glasbox dan memaksa masuk ke dalam gedung yang dipenuhi kepulan asap guna mencari titik sumber api.

Hingga pukul 01.00 dini hari proses pemadam api masih terus berlanjut. Api yang terus muncul menyebabkan pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk memastikan api benar-benar padam.

Untuk berjaga-jaga guna mengantisipasi kembali terjadinya kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel menyiagakan sedikitnya 20 anggota pemadam kebakaran dan tiga mobil pemadam di lokasi kejadian.

Pantauan Tangerang Ekspres dilokasi kejadian, hingga Jumat (18/1) lokasi kebakaran tersebut masih dijaga ketat oleh personel pemadam kebakaran dan satpam gedung yang di tugaskan mengamankan area tersebut sambil menunggu hasil penyidikan yang dilakukan oleh anggota Kepolisian sektor Serpong. (mg-4)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here