Home HUKUM Aktivitas Ba’asyir Tetap di Monitor

Aktivitas Ba’asyir Tetap di Monitor

0
SHARE
PERTEMUAN : Yusril Ihza Mahendra lengkap dengan pakaian adat Melayu menemui Abu Bakar Baasyir di LP Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/1). Pertemuan ini dibahas jelang keluarnya izin dari Presiden Joko Widodo atas pembebasan Pemimpin Ponpes Al Mu'min, Ngruki, Sukaharjo, Jawa Tengah. FOTO : Koleksi Pribadi Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA – Pascabebas Polri tidak perlu melakukan pengamanan khusus terhadap sosok Abu Bakar Ba’asyir. Kendati demikian, Polri tetap akan melakukan
monitoring yang akan dilakukan oleh Satwal dan Satgas Anti teror dan radikalisme Polda Jateng.

Sementara itu, pembebasan sosok terpidana kasus terorisme ini mendapatkan kritik tajam dari media terkemuka di Australia. Dan pemerintah Australia juga pernah menolak rencana pembebasan Ba’asyir pada awal 2018 lalu. Selain itu, membuat kecewa para korban bom bali. Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morison telah menelepon pemerintah RI dan menyatakan keberatannya.

Mengahapi kritikan media Australia itu, Polri menyikapinya dengan santai. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, kritikan yang dilontarkan media Autralias itu sebagai sesuai yang biasa.

“Soal kritik ya biasa. Langkah kita monitoring saja. Pengawasan bisa dilakukan jajaran Polresta Surakarta. Tidak perlu ada kekhawatiran. Tidak pula melakukan pengamanan khusus terhadap yang bersangkutan (Abu Bakar Ba’asyir, red),” tegas Dedi Prasetyo, Minggu (20/1).

Ditambahkan Dedi, prosedur pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyirberada di wewenang Ditjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham. “Beliau (Abu Bakar Ba’asyir, red) di Solo, kegiatan-kegiatan beliau, kan termonitoring juga. Dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ya sebatas koordinasi,” imbuhnya.

Terpidana kasus terorisme Ustad Abu Bakar Ba’asyir diberikan bebas tanpa bersyarat dari Presiden Joko Widodo. Jokowi mengutus Yusril Ihza Mahendra untuk membebaskan Abi Bakar Ba’asyir. Ba’asyir sudah menjalani 2/3 masa tahanan dari putusan 15 tahun penjara pada 2011. Baasyir dipenjara karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010.

Joko Widodo mengatakan, bahwa keputusan ini sepenuhnya atas dasar kemanusiaan. Ini mengingat usia Abu Bakar Baasyir telah menginjak 80 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here