Beranda NASIONAL Jokowi : “Kita Harus Gas Pol !

Jokowi : “Kita Harus Gas Pol !

0
BERBAGI
Joko Widodo

TANGERANG-Pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Jokowi dan KH Ma’ruf Amin kampanye terbuka di Kota Tangerang. Kali ini, mengusung tema Karnaval Budaya Akbar di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, Minggu (7/4).

Dalam kampanye tersebut, semua seni budaya yang ada di seluruh Indonesia ditampilkan menyambut kedatangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Puluhan ribu orang memadati lapangan Ahmad Yani, Jalan Daan Mogot serta panggung utama di depan Pendopo Bupati Tangerang, kawasan Pasar Lama.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Kota Tangerang Bambang Suwondo mengatakan, karnaval tersebut dimulai dari Lapangan Ahmad Yani dan berakhir di Pasar Lama. Karnaval tersebut melibatkan beragam budaya yang ada di Indonesia, serta partai pengusung pasangan nomor urut 01 dan para simpatisan.

“Alhamdulillah, dalam karnaval kali ini dihadiri lebih dari 80.000 elemen masyarakat Kota Tangerang maupun luar Kota Tangerang. Bisa dilihat sendiri, puluhan ribu massa ini sangat antusias menyambut kedatangan Bapak Jokowi dan Ma’ruf Amin,” ujarnya.

“Bahkan, sampai ada yang rela datang dari luar kota menginap di hotel atau rumah-rumah temanya yang ada di Kota Tangerang,” lanjutnya.

Bambang menambahkan, target kemenangan pasangan yang diusung oleh PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, PKB, PPP, Partai Hanura, PSI, Partai Perindo dan PKPI di Kota Tangerang itu sebanyak 70 persen. Bambang sangat optimis, karena memang program yang ditawarkan oleh Jokowi sangat bisa diterima masyarakat.

“Kami yakin, kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Kota Tangerang adalah 70 persen. Semoga dengan adanya kegiatan ini, keyakinan warga Kota Tangerang datang ke TPS 17 April mendatang untuk mencoblos nomor urut 01 dan melanjutkan dua priode semakin besar,”paparnya.

Bambang berharap masyarakat Kota Tangerang meyakinkan diri memilih pasangan 01 untuk kembali memipin. Karena banyak program Jokowi yang sudah membantu masyarakat. Untuk itu harus dilanjutkan memimpin Indonesia bersama Ma’ruf Amin.

“Saat ini masyarakat juga sudah merasakan program yang di keluarkan oleh Pak Jokowi, untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat Kota Tangerang untuk tidak ragu memilih pasangan 01,”harapnya.

Pantau Tangerang Ekspres di lapangan, parade festival budaya dimulai sejak Pukul 11.00 WIB dan berkumpul di lapangan Ahmad Yani, selanjutnya peserta karnaval mulai melakukan persiapan untuk menyambut Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sekitar pukul 14.30 WIB terlihat Ma’ruf Amin memasuki lapangan Ahmad Yani. Pada Pukul 15.30 WIB barulah Jokowi didampingi istrinya, Iriana Jokowi mulai menuju lapangan Ahmad Yani, untuk bersama Ma’ruf Amin menaiki kereta kencana menuju panggung utama.

Masyarakat, simpatisan serta pendukung bersorak serta berteriak histeris ketika kereta kencana yang dinaiki Jokowi-Ma’ruf Amin mulai berjalan. Mulai dari Jalan Daan Mogot, Jokowi mulai disambut oleh para simpatisan di panggung kecil yang ada di sepanjang Jalan Daan Mogot.

Sesampainya di panggung utama, Jokowi langsung menyapa para relawan, simpatisan serta masyarakat yang hadir. Dalam kampanyenya Jokowi langsung mengeluarkan 3 kartu andalanya, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah (KSM), dan Kartu Pra Kerja.

“Supaya pada tahu ke depan kita akan keluarkan 3 kartu ini untuk masyarakat. Jadi nanti kedapan saya dan KH. Ma’ruf Amin akan terus mensejahterahkan rakyat Indonesia,” ungkap Jokowi di hadapan warga Kota Tangerang.

Jokowi menegaskan pesta demokrasi harus menciptakan kegembiraan, bukan menimbulkan ketakutan. “Inilah yang dinamakan pesta demokrasi. Pesta harus seneng, gembira. Jangan sampai dengan adanya pesta demokrasi diciptakan adanya ketakutan,” terang Jokowi.

Ditegaskannya, dalam pesta demokrasi jangan sampai ada kemarahan dan menjaga persaudaraan serta persatuan bangsa. “Kita semua yang ikut kontestasi saudara sebangsa setanah air. Kita terus jaga kerukunan, persatuan. Jangan sampai kita jadi nggak bersaudara,” katanya.

Jokowi menegaskan bahwa pesta demokrasi adalah hakikat kegembiraan dalam rangka memilih pemimpin. “Tapi kalau pilih dilihat. Punya pengalaman atau belum, track record baik atau nggak baik. Rekam jejak harus dilihat,” katanya. Ia pun mengingatkan agar para pendukungnya bekerja lebih keras lagi dalam menggalang dukungan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April mendatang. “Sekarang sudah tinggal sepuluh hari lagi (menjelang Pemilu), maka kita harus gas pol,” kata Jokowi yang langsung disambut gegap pendukungnya. Sekitar 15 menit Jokowi berorasi. Usai orasi, cawapres Ma’ruf Amin menutupnya dengan doa.

Sementara itu, pada Sabtu (6/4) Ma’ruf Amin meresmikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 30 Juz Al-Quran sekaligus silaturahmi akbar bersama kiai, santri dan masyarakat Banten di pondok pesantren Atthohiriyyah, Pelamunan, Kramatwatu, Kabupaten Serang. Kehadirannya juga meminta dukungan serta doa agar salah satu ulama yang ada di Banten terpilih menjadi orang nomor dua di Indonesia.

Capres-Cawapres 01, Jokowi-Ma’ruf Amin menaiki kereta kencana menembus padatnya ratusan ribu massa pendukungnya, saat kampanye di Kota Tangerang, kemarin.

Maruf Amin menegaskan, bersedia menjadi cawapres lantaran bukan keinginannya. Namun itu merupakan dorongan dari ulama terutama di Banten, sebab jarang ulama yang diminta menjadi cawapres. “Sebenarnya saya lebih enak di PBNU atau menjadi ketua MUI. Tapi karena dorongan dari para ulama saya siap, karena biasanya calon kepala daerah atau yang lainnya meminta doa agar bisa menang tapi setelah selesai wabillahitaufiq (tidak berkunjung kembali),” terangnya.

Maka dari itu, dirinya bersedia agar ke depannya ada regenerasi ulama yang menjadi presiden. Terutama ulama di Banten, karena ulama merupakan kepercayaan Allah SWT yang mudah-mudahan negara Indonesia selalu diridhoi olehnya. “Kita mulai dulu, saya juga terinspirasi waktu kecil mengaji. Ada orang tua yang menanam pohon, kemudian ada yang bertanya kenapa seorang bapak menanam pohon, sedangkan sangat lama untuk untuk meraih hasilnya atau pohonnya tumbuh bapak ya sudah tidak ada. Lalu bapak itu menjawab saya menanam bukan untuk saya tapi untuk generasi selanjutnya’,” tuturnya.

Ia menegaskan dengan adanya isu bahwa dirinya sebagai cawapres hanya sebagai alat untuk kebutuhan Pemilu 2019. “Katanya hanya jadi alat, emangnya saya pacul. Terus katanya saya akan digantikan nanti oleh Ahok padahal kan itu mekanismenya tidak mudah jadi tidak begitu saja,” katanya.

Selain itu, dia juga meminta dukungan kepada para tokoh, santri dan masyarakat Banten agar dirinya terpilih menjadi wapres RI pada pemilu 2019 ini. “Kabine-bine wong Banten ora milih wong Banten, kelewatan. Banten saya kira sudah menang, walaupun memang tipis, makanya saya sedang memperbesar bertemu dengan tokoh simpul agar masanya lebih besar lagi,” paparnya (mg-9/mg-03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here