Home BANTEN Bolos Sebulan, Polisi Dipecat

Bolos Sebulan, Polisi Dipecat

0
SHARE
PECAT: Proses pemecatan dua personel polisi di Polda Banten menghadirkan foto, karena yang bersangkutan tidak hadir.

TIGARAKSA-Polresta Tangerang ambil sikap tegas. Satu polisi berpangkat Briptu atas nama Hendra Gunawan dipecat. Ia bertugas di Satuan Shabara. Prosesi pemecatan digelar Polda Banten di Lapangan Merah Mapolda Banten pada pagi hari, Rabu (12/6). Kabid Humas Polda Banten AKBP Edi Sumardi mengakui adanya pemecatan bintara yang berasal dari Polresta Tangerang.

Ia menuturkan pemecatan sudah melalui proses penyidikan dan penyeledikan serta dilakukan upaya persuasif dan pembinaan. “Jelasnya yang bersangkutan setelah dilakukan upaya-upaya mediasi dan proses panjang tidak ujug-ujug melanggar langsung dipecat. Terus beberapa kali melakukan pelanggaran yang sama sebanyak tiga kali. Artinya yang bersangkutan tidak mau lagi,” akunya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan seluler.

Wakapolresta Tangerang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin menuturkan, terhadap Hendra Gunawan sudah dilakukan berbagai upaya pembinaan sebelum mengambil keputusan. Ia mengaku segala cara sudah ditempuh untuk membangkitkan semangat yang bersangkutan. Hingga sanksi tertulis dan penahanan gaji namun masih melakukan pelanggaran. Pemecatan HG berdasrkan Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PPRI nomor 1/2003 tentang pemberhentian anggota Polri. Diantaranya meninggalkan tugas secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Surat Keputusan (SK) pemecatan tertuang di nomor KEP/239/IV/2019 tertanggal 4 April 2019 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari dinas Polri.

“Iya betul ada. Semua tahapan sudah dilakukan mulai dari pembinaan hingga sanksi disiplin lainnya sesuai dengan peraturan. Dalam kasus untuk pembinaan personel tentu bukan hanya itu. Sedangkan untuk sidang komisi kode etik sudah sampai tahapan yang ketiga,” ujarnya ketika dikonfrimasi Tangerang Ekspres melalui sambungan telepon.

Lanjutnya, Hendra Gunawan sudah berulang kali melakukan pelanggaran disiplin dan meninggalkan tugas kedinasan tanpa keterangan yang jelas. Menurutnya, yang bersangkutan tidak terlibat tindak pidana apapun. “Itu merupakan komitmen dari institusi. Tentu ada tahapan-tahapan proses persidangan. Kalau sampai pemecatan sudah menjadi pelanggaran yang tidak bisa ditolelir lagi. Jenis pelanggaran apapun pasti ada proses hukumnya. Baik pelanggaran disiplin maupun kode etik. Agar kedepan terus menjadi satuan yang profesional,” tegasnya.

Kata Komarudin, perilaku dari yang bersangkutan membuat pimpinan dan sidang komisi kode etik mengambil tindakan tegas. Sebelum memutuskan, ia mengaku sudah melakukan pembinaan hingga melakukan penyelidikan kehidupan saudara Hendra Gunawan di luar kedinasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here