Home BANTEN Lulusan UIN Banten Harus Jadi Panutan

Lulusan UIN Banten Harus Jadi Panutan

0
SHARE
SAMBUTAN: Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman memberikan sambutan di wisuda sarjana yang ke-26 dan pascasarjana yang ke-12  di Aula Sadjeli Hasan UIN SMH Banten, Kota Serang, Sabtu (15/6). FOTO: Humas UIN SMH Banten for Banten Ekspres

SERANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar Sidang Senat Terbuka Tahun Ajaran 2018/2019  di Aula Sadjeli Hasan UIN Banten, Sabtu (15/6). Sidang itu beragendakan wisuda sarjana yang ke-26 dan pascasarjana yang ke-12.

Dalam acara tersebut, Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman meminta agar lulusan UIN dapat menjadi panutan di luar kampus.

“Lulusan mahasiswa UIN Banten adalah orang-orang yang terpilih, makanya saat di luar nanti kalian harus menunjukkan bahwa kalian itu akan menjadi panutan di luar sana, baik di masyarakat maupun di kampus lainnya jika yang melanjutkan, jadi figur muslim dan muslimat yang bermartabat,” katanya saat memberikan sambutan.

Selain itu, kata Fauzul, dirinya mengharapkan mahasiswa yang lulus di tahun ini kualitas dan kuantitasnya sebanding dengan apa yang terdapat di lingkungan kampus UIN.

“Kalian adalah umat yang terpilih, seperti yang dicantumkan surat Ali Imron ayat 110, sehingga mahasiswa dan mahasiswi UIN Banten dapat menjadi contoh, sesuai dengan apa yang telah diajarkan di kampus ini,” ujarnya.

Kepala Bagian Akademik UIN SMH Banten, Ade Eman mengatakan ada 556 mahasiswa yang menjadi wisudawan, terdiri dari 491 lulusan sarjana dan 65 lulusan pascasarjana. Untuk lulusan sarjana terdiri atas 105 wisudawan dan 386 wisudawati. “Sementara untuk lulusan pascasarjana itu sebanyak 40 wisudawan dan 25 wisudawati yang ikut dalam prosesi ini,” katanya.

Di antara ratusan mahasiswa yang diwisuda, kata Ade, peraih predikat cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi tingkat universitas diraih oleh Azis Arifin dengan nilai 3,99 dari Program Studi (Prodi) Ilmu Hadits, Fakultas Ushuluddin dan Adab.

Lalu kemudian disusul oleh Ayu Malinda dengan IPK 3,85, dari Prodi Bimbingan Konseling Islam (peraih IPK tertinggi di Fakultas Dakwah). Kemudian, Mirna Riswanti dengan IPK 3,84 dari Prodi Hukum Keluarga Islam (peraih IPK tertinggi di Fakultas Syariah) serta Herlis Seftiyani dengan IPK 3.74 dari jurusan Perbankan Syariah (peraih IPK tertinggi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam).

Sementara itu, pada program pascasarjana, IPK tertinggi diraih oleh Bani Salamah dengan nilai 3,71 dari Prodi Ekonomi Syariah. “Untuk mereka yang memiliki IPK tertinggi, kami berikan sebuah penghargaan kepada mereka,” paparnya. (mam/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here