Home TANGERANG HUB Perbaiki Jalan Rusak Arief Tiru Amerika, Pakai Teknik Mechanical Concrete

Perbaiki Jalan Rusak Arief Tiru Amerika, Pakai Teknik Mechanical Concrete

0
SHARE
UJI COBA: Walikota Arief R Wismansyah melihat langsung uji coba penggunaan ban bekas untuk perbaikan jalan rusak di Jalan Juanda, Neglasari, Sabtu (22/6). FOTO: Humas

TANGERANG – Cara Amerika memperbaiki jalan rusak diterapkan Arief di Kota Tangerang. Melalui teknik Mechanical Concrete dengan penggunaan ban bekas, ujicoba pun dilakukan di Jalan Juanda, Kecamatan Neglasari.

Melalui ujicoba teknik Mechanical Concrete diharapkan ketahanan beton jalan bisa lebih kuat. Karena beban yang tertahan bisa  lebih merata karena terlapisi ban.

“Kebetulan pas lebaran browsing di YouTube, ada yang namanya Mechanical Concrete, jadi di Amerika uji cobanya pakai limbah ban.

Prinsip kerjanya ketika jalan dilintasi beban berat, itu terdistribusi ke seluruh area karena ada ban dilapisan jalannya,” kata Walikota Arief R Wismansyah, Sabtu (22).

Bersama Plt Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Tatang Sutisna dan Sekretaris Dinas Perhubungan Wahyudi Iskandar, Arief melihat langsung ujicoba perbaikan jalan dengan tambahan bantalan ban bekas.

Diakui walikota, Jalan Juanda Meski sudah diperbaiki ketahanannya tak bisa berumur panjang. Selain kontur tanah yang labil, kendaraan yang lewat juga bertonase berat.

Mengingat jalan ini menjadi akses utama kendaraan truk yang lewat untuk proyek pembangunan nasional seperti, runway bandara, terminal empat bandara dan jalan tol.

“Karena kedepannya akan ada perbaikan juga, jadi ya sudah saya minta Dinas PU supaya perbaikannya benar-benar bisa menahan berapa pun berat truk yang akan melintas,” imbuh walikota.

Terlebih di Kota Tangerang terdapat banyak pabrik ban seperti Gajah Tunggal dan toko-toko ban lainnya, Arief pun memanfaat hal tersebut.

“Mereka support ban bekas yang reject untuk dipakai sebagai Mechanical Concrete. Daripada limbahnya enggak tahu mau dibuang kemana. Yang mungkin pengelolaan pembuangannya juga sulit jadi bisa digunakan untuk menambah kekuatan jalan,” tuturnya.

Kota Tangerang menjadi yang pertama dalam menerapkan teknologi ini. Jika berhasil semua perbaikan jalan terutama jalan protokol, dan daerah akses-akses lainnya akan memanfaatkan teknologi tersebut yang sekaligus memanfaatkan limbah ban menjadi berguna.

“Kalau di Tangerang  pertama, tapi kalau tidak salah saya browsing di daerah Kebun Sawit, Sumatera ada tapi dia tidak pakai ban, tapi Geocell. Nanti distributor Geocell rencananya mau uji coba juga, kedepan kita bandingkan kekuatannya, dan dari sisi harga mana yang lebih efisien,” tutupnya.

Geocell ini digunakan dalam teknik penguatan tanah yang pertama kali diterapkan insinyur Korps Angkatan Darat Amerika Serikat pada September 1975 (Bathurst & Knight, 1998) (Webster, 1979) untuk menguji kelayakan pembangunan pendekatan jalan ke jembatan di atas tanah lunak.

Saat ini perkuatan tanah dengan menggunakan geocell bukan hanya untuk perkuatan pada jalan saja tetapi dapat digunakan untuk struktur geoteknik yang berbeda seperti stabilitas lereng, tanggul dan dinding penahan tanah. (rls/abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here