Home TANGERANG HUB DPMP3AKB Tangsel Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak

DPMP3AKB Tangsel Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak

0
SHARE

SERPONG-Dalam upaya menyosialisasikan Konvensi Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel menggelar pelatihan konvensi hak anak (KHA) Kota Tangsel tahun 2019. Acara diselenggarakan dari 24 hingga 26 September 2019, bertempat di Serpong.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada DPMP3AKB Tangsel, Irma Safitri menjelaskan, pelatihan konvensi hak anak dilaksanakan untuk menyediakan sumber daya manusia yang terlatih dan memahami konvensi hak anak secara utuh sehingga dapat mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam implementasi konvensi hak anak dimana pelatihan konvensi hak anak merupakan salah satu tolak ukur dalam evaluasi Kota Layak Anak (KLA).

“Kegiatan pelatihan KHA ini merupakan salah satu implementasi kota Tangsel menuju kota layak anak. Dimana Tangsel telah berhasil meningkatkan predikat katagori Pratama pada 2017 menjadi kategori Madya di 2018. Untuk itu pelatihan KHA ini dilakukan demi pengembangan Kota Layak Anak.” ungkapnya.

Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati, berharap kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi maupun lembaga dapat berperan aktif sesuai tugas untuk mendukung terlaksananya kota layak anak pada 2019.

“Anak merupakan amanah sekaligus karunia Tuhan yang senantiasa harus dijaga, karena dalam dirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi,”katanya.

Selain itu, dalam perspektif kebangsaan, maka dapat ditegaskan, bahwa anak masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa yang memiliki peran strategis dalam menentukan maju tidaknya bangsa.

“Oleh karena itu, negara harus mampu memberikan jaminan pelaksanaan hak-hak anak, antara lain hak atas kelangsungan hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak berpartisipasi, hak sipil, dan kebebasan, serta jaminan atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi,” tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here