Home PENDIDIKAN Peringati Hati Batik Nasional, Siswa PAUD Kartika Membatik

Peringati Hati Batik Nasional, Siswa PAUD Kartika Membatik

0
SHARE

BALARAJA – Memperingati Hari Batik Nasional, puluhan siswa Pendidikan anak usia dini (PAUD) Kartika, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang diajarkan cara membatik. Selain mengenalkan budaya bangsa, kegiatan itu untuk mengasah psikomotorik siswa.

Para siswa setingkat taman kanak-kanak ini oleh para guru dikenalkan dengan salah satu bentuk kebudayaan khas Indonesia, yakni batik tulis. Mereka diajari tata cara pembuatan batik, bahan-bahan batik, peralatan, motif, dan kain batik yang sudah jadi.

Dengan sangat antusias, calon penerus bangsa ini mendengarkan penuturan dari dari guru cara membatik. Tak hanya penuturan secara lisan, siswa juga terlibat langsung dalam pembuatan batik tulis.

“Senang bisa belajar membatik bersama teman-teman,” ucap Siti Yuliyani, salah satu siswa PAUD Kartika, saat ditemui disela-sela kegiatan membatik, Rabu (2/10).

Mereka tanpa canggung mendesain motif batik, sebagaimana pelajaran melukis di dalam kelas. Ada juga yang mencanting kain mori putih berukuran 225×115 senti meter yang sudah ada motifnya. Selain mendesain dan mencanting, siswa ini juga diajarkan cara memberi warna kain batik.

Dengan telaten satu per satu motif batik diwarnai. Motif yang dibuat adalah motif batik bunga, padi maupun alam yang menjadi ciri khas batik Indonesia.

Para guru ingin mengasah psikomotorik siswa dengan mendesain dan menggambar di atas batik. Selain itu, pembelajaran secara langsung ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak didik terhadap budaya bangsa.

“Jadi kalau bunda-bundanya ingin mereka mengenal budaya Indonesia, maka kenalkan mereka dengan batik sejak dini karena batik adalah salah satu budaya warisan Indonesia,” kata Dede Kartika, Kepala PAUD Kartika.

Dede berharap, peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum kebangkitan batik tulis indonesia. Apalagi, batik tulis saat ini kalah bersaing dengan batik printing dalam harga. Sejauh ini, sebagian masyarakat tahunya semua yang bermotif batik itu adalah batik, padahal bukan.

“Saya ingin di Hari Batik ini masyarakat tahu bahwa antara kain batik tulis dengan kain motif batik itu beda,” ujar Dede. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here